Berita

40 Jamaah per Rombongan, PPIH Terapkan Skema Bus Terintegrasi di Bandara Madinah

6
×

40 Jamaah per Rombongan, PPIH Terapkan Skema Bus Terintegrasi di Bandara Madinah

Sebarkan artikel ini

Teras News — 40 orang — itulah jumlah jamaah dalam satu rombongan haji Indonesia yang kini menjadi acuan pengisian bus sejak jamaah tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah. Skema rombongan haji Indonesia ini diterapkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk memastikan jamaah tidak terpencar sejak pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Satu Bus, Satu Rombongan: Aturan Baru di Bandara AMAA

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menjelaskan skema ini diterapkan karena arus kedatangan jamaah 2026 di Bandara AMAA Madinah terus meningkat, membuat jamaah rawan terpisah dari kelompoknya.

“Kalau sejak awal rombongan sudah tertata, maka saat turun pesawat, keluar gerbang (gate), hingga naik bus akan lebih tertib dan cepat,” kata Abdul Basir di Madinah, Kamis.

PPIH memerintahkan seluruh pendamping jamaah untuk aktif mengatur anggotanya sejak berangkat dari Indonesia, bukan menunggu sampai di bandara Madinah. “Diharapkan saat hendak keluar dari gerbang bandara mereka sudah mengatur rombongannya, sehingga saat keluar sudah urut per rombongan,” ujarnya.

Di sisi transportasi darat, PPIH menginstruksikan petugas lapangan untuk mengisi satu bus dengan jamaah dari satu rombongan yang sama. Ini bukan soal kapasitas semata. Otoritas Arab Saudi menetapkan kapasitas layanan bus sebesar 45 orang, sementara satu rombongan jamaah Indonesia hanya 40 orang — ada selisih lima kursi yang pengelolaannya masih akan dikoordinasikan PPIH dengan otoritas transportasi setempat. “Terkait kapasitas ini, kami akan koordinasikan lebih lanjut dengan otoritas yang mengurus transportasi,” kata Abdul Basir.

Jamaah Asal Langkat: Bus Tidak Penuh Justru Lebih Nyaman

Ahmad Fitria (52), jamaah asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, merasakan langsung perbedaan skema ini dibanding pengalaman sebelumnya.

Menurutnya, bus yang tersedia sebenarnya mampu menampung lebih dari 40 orang. “Kapasitas bus yang tersedia sebenarnya bisa diisi oleh 50-an jamaah, tapi dibatasi per rombongan. Ini jauh lebih baik, sehingga kami bisa nyaman. Kendaraannya juga bagus,” kata Ahmad Fitria.

Ahmad juga memuji kecepatan proses di bandara. “Banyak senyum dan sapaan, petugas juga mengatur kami supaya tertib. Waktu yang dibutuhkan dari tempat istirahat di bandara sampai naik ke bus juga cukup singkat,” ujarnya.

Keterangan dari jamaah ini mencerminkan kondisi lapangan yang sesuai dengan target PPIH: pergerakan jamaah lebih teratur sejak keluar gate bandara hingga tiba di pemondokan.

Dilansir dari laporan Antara.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma