Teras News — Ratusan siswa sekolah dasar di Kota Semarang kini jadi sasaran kampanye pengurangan sampah makanan yang muncul dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan sekadar imbauan lisan, edukasi ini hadir langsung di dalam kelas lewat film animasi dan interaksi langsung bersama mahasiswa.
Selasa (13/5/2026), mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang mendatangi SDN Miroto 01 sebagai bagian dari program kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Program ini menyasar 23 SD Negeri di Kota Semarang sekaligus, dengan fokus utama mengubah kebiasaan siswa penerima MBG yang masih sering menyisakan makanan.
Video Animasi Jadi Senjata Edukasi di SDN Miroto 01
Para mahasiswa membawa film animasi bertema food waste (pemborosan makanan) yang mereka produksi sendiri. Pendekatan visual ini dipilih karena dinilai lebih mudah dicerna anak-anak usia sekolah dasar.
Baca Juga:
Jihan Aisya Nugroho, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi Udinus yang terlibat langsung, mengakui masih ada sejumlah siswa yang tidak menghabiskan menu tertentu. “Tadi memang ada beberapa anak yang kurang menyukai menu tertentu, seperti buah atau rasa ayam yang pedas. Tapi sebagian besar tetap menghabiskan makanannya,” kata Jihan.
Menurutnya, anak-anak SD justru lebih mudah menerima pesan baru dibanding kelompok usia yang lebih tua. “Kami mengajak anak-anak untuk lebih menghargai makanan,” ujarnya, menyebut bahwa menu MBG telah disusun dengan kandungan gizi seimbang. “Kalau dihabiskan keseluruhan, pasti akan memberikan energi yang banyak untuk tubuh,” tambah Jihan.
Sampah Makanan MBG Viral, Pemprov Jateng Bergerak
Kampanye ini bukan tanpa latar belakang. Kepala Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Herdini Nur Airianik, menyebut bahwa kegiatan ini dipicu oleh maraknya konten soal timbulan sampah pangan dari program MBG yang ramai beredar di media sosial.
“Hari ini kami melakukan edukasi stop pemborosan pangan. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Universitas Dian Nuswantoro Semarang, khususnya mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, melakukan edukasi kepada siswa SD di 23 SD Negeri Kota Semarang,” terang Herdini.
Kepala SDN Miroto 01, Sumarni, menyambut program ini dengan tangan terbuka. Ia menilai kunjungan mahasiswa memberi dampak nyata pada pemahaman siswa. “Dengan adanya kegiatan ini sangat mendidik sekali. Anak-anak jadi tahu manfaat makan buah, sayur, dan bagaimana jika makanan tidak dihabiskan,” ujar Sumarni. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut agar pola konsumsi sehat menjadi kebiasaan yang tertanam sejak dini.
Isu pemborosan pangan dari MBG memang menjadi perhatian publik sejak program tersebut mulai berjalan. Banyak unggahan di media sosial memperlihatkan sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa, memicu diskusi soal efektivitas distribusi dan kesesuaian menu dengan selera anak-anak. Edukasi yang menyentuh langsung ke sekolah-sekolah menjadi salah satu respons yang dipilih pemerintah daerah untuk menekan angka pemborosan itu.
Editor: Arif Budiman