Berita

SPMB SMAN dan SMKN Jawa Tengah 2026 Dibuka 3 Juni, Tersedia 231.399 Kursi

10
×

SPMB SMAN dan SMKN Jawa Tengah 2026 Dibuka 3 Juni, Tersedia 231.399 Kursi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 3 Juni 2026, dengan total daya tampung 231.399 kursi dari perkiraan 567.500 lulusan SMP sederajat se-Jawa Tengah.

“Kegiatan ini (SPMB SMAN/SMKN) tahun ini akan dibuka pada 3 Juni 2026,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, saat ditemui di kantornya di Semarang, Selasa (12/5/2026).

Tahapan Pendaftaran dari Juni hingga Pengumuman 21 Juni

Proses SPMB tahun ini sepenuhnya dilakukan secara online melalui laman spmb.jatengprov.go.id. Sunarto merinci, pembuatan akun dibuka mulai 3 hingga 12 Juni 2026. Verifikasi berkas dan aktivasi akun menyusul pada 4–13 Juni 2026, lalu pendaftaran dan pemilihan sekolah dilaksanakan 15–18 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 21 Juni 2026, dan tahun ajaran baru 2026/2027 resmi dimulai 13 Juli 2026.

Dengan daya tampung 231.399 kursi dari total proyeksi lulusan 567.500 murid, artinya hanya sekitar 40,77 persen lulusan SMP yang bisa tertampung di SMA Negeri dan SMK Negeri. Persaingan dipastikan ketat, terutama di jalur prestasi.

Empat Jalur SMA Negeri, Tiga Seleksi SMK Negeri

SPMB SMA Negeri menerapkan empat jalur. Jalur domisili mendapat kuota minimal 33 persen, jalur afirmasi minimal 32 persen, jalur prestasi minimal 30 persen, dan jalur mutasi maksimal 5 persen.

Skema berbeda berlaku untuk SMK Negeri. Seleksi prestasi mendominasi dengan kuota minimal 75 persen, seleksi afirmasi minimal 15 persen, dan seleksi domisili terdekat maksimal 10 persen.

Jalur domisili secara khusus diperuntukkan bagi calon murid yang tinggal di kecamatan yang belum memiliki SMAN atau SMKN, termasuk wilayah desa tempat satuan pendidikan SMA Negeri berdiri di atas lahan tanah kas desa.

Posko SPMB Tersedia di 12 Cabang Dinas

Dinas Pendidikan Jawa Tengah menggandeng Dinas Komunikasi, Informasi dan Digital (Komdigi) Provinsi Jawa Tengah untuk membangun sistem aplikasi yang diklaim mudah diakses oleh masyarakat umum. Bagi calon murid atau orang tua yang kesulitan mengakses sistem online, Dinas Pendidikan menyiapkan posko bantuan.

“Kami juga menyediakan dari tingkat paling bawah, hingga satuan pendidikan ada posko SPMB di semua cabang dinas yang ada 12 kegiatan SPMB. Begitu juga, di kantor Dinas Pendidikan Jawa Tengah, kita sediakan posko termasuk call center,” jelas Sunarto.

SMANKO dan Sekolah Swasta Turut Buka Pendaftaran

Tahun ini, program SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) juga membuka seleksi pendaftaran secara terpisah. Pengelolaannya berada di bawah Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Tengah, bukan melalui sistem SPMB reguler.

“Mereka (SMANKO) mempunyai sistem (SPMB) yang terpisah, yang diatur oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kami dari Dinas Pendidikan men-support dari sisi kurikulum, ketersediaan tenaga guru dan tenaga kependidikan,” ujar Sunarto.

Pemprov Jawa Tengah juga menggandeng satuan pendidikan swasta melalui program khusus guna memperluas akses layanan pendidikan bagi murid dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, calon murid dan orang tua kini punya waktu sekitar tiga pekan untuk mempersiapkan dokumen sebelum tahapan pembuatan akun dibuka awal Juni mendatang.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi