Berita

7 Zikir Haji yang Wajib Diketahui Jemaah: Dari Talbiyah hingga Doa Wukuf di Arafah

10
×

7 Zikir Haji yang Wajib Diketahui Jemaah: Dari Talbiyah hingga Doa Wukuf di Arafah

Sebarkan artikel ini

Teras NewsIbadah haji bukan sekadar perjalanan fisik dari satu titik ke titik lain. Setiap gerakan, setiap rukun, setiap sunnah dalam rangkaian ibadah terbesar umat Islam itu memiliki zikir haji tersendiri yang menyertainya — mulai dari saat jemaah mengucapkan niat ihram hingga mereka menyelesaikan tawaf wada sebelum kembali ke tanah air.

Secara umum, terdapat tujuh macam zikir yang mengiringi perjalanan ibadah haji. Masing-masing memiliki waktu, tempat, dan konteks pelafalan yang berbeda.

Talbiyah: Zikir Pertama yang Diucapkan Sejak Berniat Ihram

Talbiyah adalah zikir paling awal dalam ibadah haji. Diucapkan begitu jemaah berniat ihram, lafal talbiyah berbunyi “Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika lak” — yang secara harfiah bermakna pernyataan seorang hamba bahwa ia datang memenuhi panggilan Allah.

Talbiyah terus dilantunkan sepanjang perjalanan menuju Mekah dan baru berhenti ketika jemaah memulai tawaf di sekitar Ka’bah.

Zikir Tawaf: Mengiringi Tujuh Putaran di Sekeliling Ka’bah

Tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, memiliki rangkaian doa dan zikir tersendiri. Jemaah dianjurkan membaca “Bismillahi Allahu Akbar” saat memulai setiap putaran dari sudut Hajar Aswad, diikuti doa-doa yang dipanjatkan di sepanjang putaran.

Doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad memiliki lafal khusus: “Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.”

Doa Sa’i: Zikir di antara Bukit Shafa dan Marwah

Sa’i adalah ritual berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Ritual ini mengenang perjuangan Siti Hajar yang berlari-lari mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Saat memulai sa’i dari Bukit Shafa, jemaah membaca ayat Al-Qur’an dari Surah Al-Baqarah ayat 158, dilanjutkan dengan takbir dan tahlil.

Zikir Wukuf di Arafah: Puncak Ibadah Haji

Wukuf di Padang Arafah adalah inti dari seluruh ibadah haji. Dilaksanakan pada 9 Zulhijjah sejak matahari tergelincir hingga terbenam, momen ini diisi dengan doa, istighfar, dan zikir secara khusyuk. Lafal yang paling dianjurkan adalah “Laa ilaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.”

Para ulama menyebut Arafah sebagai tempat mustajab untuk berdoa, sehingga jemaah dianjurkan memaksimalkan waktu wukuf dengan memanjatkan hajat sebanyak-banyaknya.

Zikir di Muzdalifah dan Mina

Usai wukuf, jemaah bergerak ke Muzdalifah untuk bermalam dan mengumpulkan batu kerikil. Di sini, jemaah melanjutkan zikir dan shalat malam. Esok harinya, di Mina, ritual melempar jumrah dilaksanakan. Setiap lemparan ke tiang jumrah disertai ucapan “Allahu Akbar” — tujuh kali untuk setiap tiang, pada setiap hari tasyriq (11, 12, dan 13 Zulhijjah bagi yang mengambil nafar tsani).

Takbir Hari Raya dan Zikir Tahallul

Memasuki 10 Zulhijjah, gema takbir Idul Adha menandai dimulainya tahallul awal, yaitu pelepasan ihram setelah memotong atau mencukur rambut. Zikir tahallul dibaca sebagai ungkapan syukur atas selesainya sebagian besar rukun haji.

Zikir Tawaf Wada: Penutup Sebelum Meninggalkan Mekah

Tawaf wada, atau tawaf perpisahan, adalah zikir dan ritual terakhir sebelum jemaah meninggalkan Kota Mekah. Jemaah kembali mengelilingi Ka’bah tujuh kali sambil memanjatkan doa permohonan agar Allah menerima seluruh ibadah haji dan mengizinkan mereka kembali suatu hari kelak.

Ketujuh zikir ini membentuk satu kesatuan spiritual yang tidak terpisah dari gerakan fisik ibadah haji. Bagi jemaah yang tengah mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci, menghafal dan memahami makna setiap zikir diyakini akan memperdalam kekhusyukan selama menjalani seluruh rangkaian ibadah.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi