Teras News — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan target revitalisasi 4.700 perpustakaan sekolah di seluruh Indonesia melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Program ini dirancang untuk mendorong budaya literasi di kalangan siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah, dengan menyasar perpustakaan sekolah sebagai salah satu infrastruktur belajar utama yang perlu diperbarui.
4.700 Perpustakaan Masuk Daftar Revitalisasi
Angka 4.700 perpustakaan sekolah yang masuk dalam program ini mencerminkan skala intervensi yang besar. Perpustakaan sekolah kerap menjadi fasilitas yang kurang mendapat perhatian dibanding ruang kelas atau laboratorium, padahal perannya langsung berkaitan dengan kemampuan membaca dan literasi dasar siswa.
Baca Juga:
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sendiri merupakan salah satu instrumen Kemendikdasmen untuk memperbaiki kualitas fisik dan fungsi fasilitas belajar di sekolah-sekolah negeri, khususnya yang berada di daerah dengan akses terbatas terhadap sumber baca.
Literasi Jadi Fokus Utama
Revitalisasi perpustakaan sekolah masuk dalam agenda prioritas Kemendikdasmen sebagai bagian dari upaya meningkatkan indeks literasi nasional. Indonesia secara konsisten mencatat tantangan dalam capaian literasi siswa, termasuk dalam berbagai asesmen internasional yang mengukur kemampuan membaca dan memahami teks.
Dengan memperbarui perpustakaan di ribuan sekolah, pemerintah berharap akses siswa terhadap bahan bacaan berkualitas bisa meningkat secara signifikan. Jumlah 4.700 perpustakaan yang disasar menunjukkan program ini tidak bersifat simbolis, melainkan menjangkau sebaran sekolah dalam jumlah besar.
Publik dan komunitas pendidikan kini menunggu realisasi program tersebut, termasuk kejelasan soal jadwal pelaksanaan, kriteria sekolah penerima, dan standar fasilitas yang akan diterapkan dalam proses revitalisasi.
Editor: Ratna Dewi