Berita

Sehari Dibuka, CJIBF 2026 Kumpulkan 40 Nota Minat Investasi Senilai Rp16 Triliun untuk Jawa Tengah

15
×

Sehari Dibuka, CJIBF 2026 Kumpulkan 40 Nota Minat Investasi Senilai Rp16 Triliun untuk Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini

Teras News — Senin (11/5/2026), baru satu hari setelah dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, forum investasi Central Java Investment Forum (CJIBF) 2026 sudah menghasilkan 40 letter of intent (LOI) atau nota minat investasi dengan total nilai mencapai Rp16 triliun.

Capaian itu diperoleh dari serangkaian sesi one on one meeting, yakni pertemuan langsung antara calon investor dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha. Kegiatan berlangsung di Kota Semarang.

21 Proyek Ditawarkan, 40 Investor Nyatakan Minat

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa 40 LOI tersebut lahir dari one on one meeting atas 21 proyek yang ditawarkan kepada calon investor. Sebanyak 17 di antaranya mencakup sektor renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, serta pertambangan. Empat sisanya adalah kawasan industri utama: Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

“Tentunya ini menjadi tugas dari DPMPTSP untuk mengawal. Kepeminatan yang kemudian sudah tanda tangan letter of intent ini kita kawal untuk betul-betul menjadi realisasi investasi,” kata Sakina di sela mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi dalam acara Gala Dinner Rapat Kerja Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) di Hotel Tentrem, Semarang.

Semua sektor yang ditawarkan mendapat respons antusias. Calon investor dari dalam maupun luar negeri menyatakan komitmen awal untuk kerja sama bisnis.

Investor Thailand, China, dan India Ikut Berminat

Minat datang dari dua jalur: penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Untuk PMDN, sektor yang paling diminati meliputi industri manufaktur, biomassa, geothermal, industri garam, serta mocaf dan hilirisasi produk pertanian.

Di sisi PMA, investor dari Thailand, China, dan India tercatat menyatakan minat. Proses realisasinya tidak akan instan.

“Ada PMA dan ada PMDN. PMA yang saya tahu ada dari Thailand, China, dan India. Kepeminatan itu kami kawal terus. Biasanya juga butuh waktu 1-2 tahun, realisasi itu tergantung pada negaranya untuk melakukan kajian,” jelas Sakina.

Target 2026 Dikejar Lewati Realisasi Rp110 Triliun Tahun Lalu

CJIBF digelar setiap tahun sebagai instrumen mendorong pencapaian target investasi daerah. Pada 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat sebesar Rp110 triliun. Untuk 2026, pemerintah provinsi menargetkan angka yang melampaui capaian tersebut.

Gubernur Ahmad Luthfi menyebut CJIBF merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Forum ini dirancang untuk mempertemukan calon investor, baik domestik maupun asing, langsung dengan pemerintah dan mitra kawasan industri.

Luthfi menegaskan akan terus mendorong sektor investasi, mengingat kontribusinya yang besar terhadap perekonomian daerah. Dengan 40 LOI terkumpul hanya dalam sehari, perhatian kini tertuju pada proses pendampingan DPMPTSP untuk mengubah nota minat itu menjadi investasi yang benar-benar masuk ke Jawa Tengah.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Ratna Dewi