Berita

VKTR Bangun Pabrik Bus Listrik di Magelang, Jateng Tawarkan 21 Proyek Senilai Rp30 Triliun di CJIBF 2026

6
×

VKTR Bangun Pabrik Bus Listrik di Magelang, Jateng Tawarkan 21 Proyek Senilai Rp30 Triliun di CJIBF 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,89 persen menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Angka itu, ditambah potensi 20 juta tenaga kerja produktif dan dua kawasan ekonomi khusus di Batang dan Kendal, mendorong PT VKTR memilih Kabupaten Magelang sebagai lokasi pabrik perakitan truk dan bus listriknya, yang sudah diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Kepastian itu disampaikan Komisaris Utama PT VKTR sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, saat hadir dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Hotel PO Semarang, Senin (11/5/2026). Ia menyebut keputusan mendirikan pabrik di Jawa Tengah bukan tanpa alasan kuat.

“Sangat positif ya, karena terlihat dari angka pertumbuhan ekonominya yang 5,89 persen, dan juga punya potensi skala yang lebih besar ke depannya,” kata Anindya.

Anindya Bakrie: Gubernur Ahmad Luthfi Aktif Buka Sumbatan Investasi

Bagi Anindya, faktor non-ekonomi pun tidak kalah menentukan. Ia menilai Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi rajin berkomunikasi langsung dengan pengusaha untuk meruntuhkan hambatan birokrasi.

“Hubungan antara Pak Gubernur dan Kadin setempat bagus sekali. Jadi bisa membuka sumbatan-sumbatan yang mungkin ada. Kemudian insentif juga menarik, yang paling penting Pak Gubernur mau memperjuangkan kemudahan di level nasional,” ujarnya.

Pernyataan itu berdampak langsung bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang selama ini kerap tersandung perizinan berlapis. Ketika komunikasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha berjalan lancar, proses perizinan dan insentif investasi lebih cepat diproses, dan imbasnya terasa hingga ke rantai pasok lokal.

21 Proyek Ditawarkan, Total Nilai Rp30 Triliun

CJIBF tahun ini bukan sekadar ajang seremonial. Forum yang merupakan kolaborasi Pemprov Jawa Tengah dan Bank Indonesia ini kini memasuki penyelenggaraan ke-10, dan kali ini menawarkan 21 proyek investasi dengan total nilai Rp30 triliun.

Catatan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah menunjukkan, penyelenggaraan CJIBF dan UMKM Gayeng tahun sebelumnya (2025) membukukan Letter of Intent investasi senilai Rp75,03 triliun dan transaksi perdagangan Rp25,88 miliar. Total penjualan UMKM Gayeng tercatat Rp647,8 juta, dengan transaksi business matching sebesar Rp544,6 juta.

Angka-angka itu menggambarkan skala dampak yang menjangkau pelaku UMKM lokal, bukan hanya korporasi besar.

Trans Jateng Akan Diperluas, Kendaraan Listrik Masuk Rencana

Gubernur Ahmad Luthfi membuka forum dengan menegaskan investasi sebagai motor utama perekonomian daerah. Ia menyebut Jawa Tengah terbuka bagi semua sektor, dari industri padat karya seperti alas kaki dan tekstil hingga energi baru terbarukan (EBT).

“Dalam hal investasi, kami memberikan insentif terkait pajak bagi ekonomi terbarukan atau ekonomi hijau,” tegas Luthfi.

Soal elektrifikasi transportasi publik, Luthfi menyebut rencana konkret perluasan Trans Jateng. “Ke depan, Trans Jateng harus kita tambah. Selama ini hanya Semarang, Demak, Kendal, nanti akan kita perbanyak. Tinggal kita diskusikan dengan LLAJ untuk penggunaan kendaraan listrik,” katanya.

Rencana perluasan rute Trans Jateng sekaligus membuka peluang bagi masyarakat di kabupaten-kabupaten yang belum terlayani angkutan umum memadai untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih terjangkau. Dengan masuknya kendaraan listrik dalam diskusi, biaya operasional jangka panjang berpotensi lebih efisien dibanding armada berbahan bakar konvensional.

Jawa Tengah kini menunggu realisasi dari serangkaian letter of intent yang sudah ditandatangani. Berapa dari 21 proyek yang ditawarkan tahun ini akan benar-benar groundbreaking dalam waktu dekat, itulah yang paling ditunggu warga dan pelaku usaha lokal.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman