Teras News — Warga Kabupaten Wajo dan sekitarnya tidak perlu khawatir soal pasokan beras dalam waktu dekat. Cadangan beras pemerintah yang tersimpan di Gudang Perum Bulog Cabang Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dinyatakan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, turun langsung mengecek kondisi gudang tersebut pada Jumat (8/5/2026). Kunjungan kerja itu dilakukan untuk memverifikasi ketersediaan sekaligus kualitas cadangan beras pemerintah yang ada di lapangan.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras. Dari hasil pengecekan, stok yang ada saat ini cukup dan aman untuk setahun ke depan,” ujar Andi Iwan.
Baca Juga:
Stok Aman, Distribusi Harus Tepat Waktu
Sebelum meninjau area penyimpanan, Andi Iwan menerima paparan dari jajaran Bulog setempat. Wakil Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Wajo memastikan distribusi pangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak ada hambatan berarti dalam penyalurannya.
Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan itu mengingatkan bahwa kecukupan stok saja tidak cukup. Kualitas beras yang sampai ke tangan masyarakat harus tetap terjaga, baik yang disalurkan lewat program bantuan pangan maupun skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Skema SPHP sendiri merupakan program pemerintah untuk menjaga harga beras di pasaran agar tidak melonjak jauh dari harga acuan yang ditetapkan.
“Kualitas beras harus terus dijaga, begitu juga distribusinya harus tepat waktu dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Andi Iwan.
Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Jelang Hari Besar
Kunjungan ini bukan tanpa alasan. Permintaan beras biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan, dan DPR ingin memastikan cadangan pemerintah sudah siap menghadapi lonjakan tersebut sebelum terjadi.
Menurut Andi Iwan, cadangan beras yang terjaga langsung berdampak pada stabilitas harga di pasar. “Kalau stok pangan terjaga, harga di pasaran juga bisa lebih stabil. Ini penting agar daya beli masyarakat tetap aman,” katanya.
Kunjungan tersebut dihadiri Anggota DPRD Sulawesi Selatan Sultan Tajang, Anggota DPRD Wajo Herman Arif dari Fraksi Gerindra, Kepala Dinas Pertanian, serta pimpinan Bulog setempat. Pengawasan lintas lembaga seperti ini menjadi bagian dari mekanisme pemantauan distribusi pangan di daerah yang selama ini dilakukan bersama antara legislatif pusat, daerah, dan instansi teknis terkait.
Publik kini menunggu realisasi distribusi beras tersebut, terutama pastikan kualitas beras yang diterima warga sesuai standar yang dijanjikan dalam kunjungan lapangan ini.
Editor: Ratna Dewi