Teras News — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa Kementerian Keuangan hingga kini belum menerima permintaan resmi pencairan anggaran untuk proyek pengadaan jet tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan. Purbaya menegaskan proses itu seharusnya tidak menemui hambatan karena anggarannya sudah dialokasikan sejak lama.
“Yang itu belum ke saya, jadi saya belum tahu yang KF-21 ya. Harusnya sih bisa jalan, tapi mereka belum minta ke saya jadi saya belum tahu,” ujar Purbaya saat dikonfirmasi wartawan.
Artinya, bukan soal ketersediaan dana. Masalahnya sederhana: belum ada permintaan formal yang masuk ke meja Menkeu.
Baca Juga:
Anggaran KF-21 Disebut Sudah Lama Dialokasikan
Purbaya menjelaskan anggaran untuk KF-21 sudah masuk dalam perencanaan sejak cukup lama, sehingga menurutnya tidak ada alasan untuk khawatir. “Ini udah anggaran lama nih, jadi tinggal implementasi aja. Mungkin delivery-nya kebetulan sekarang hari ini sebagian,” katanya.
Namun, ketika didesak soal besaran anggaran yang disiapkan, termasuk konfirmasi atas angka kebutuhan yang disebut mencapai US$ 8,1 miliar, Purbaya menutup rapat informasi itu. “Oh anggaran ya? Oh nanti rahasia itu,” ucapnya singkat.
Sikap serupa ia pertahankan ketika wartawan kembali mencecar soal angka tersebut. “Saya enggak bisa konfirmasi itu. Kalau pertahanan kan rahasia kan. Nanti akan ada banyak, mungkin lebih, lebih,” tegasnya.
Soal Sukhoi Su-35 dari Rusia, Purbaya Lempar ke Menhan
Pertanyaan berikutnya menyangkut nasib pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia yang sejak lama mengalami ketidakpastian. Purbaya tidak mau masuk ke wilayah itu. Dia langsung merujuk wartawan ke Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
“Anda mestinya tanya Menhan lah, saya enggak ngerti kalau itu. Saya cuma bagian bayar aja ya,” kata Purbaya.
Pernyataan itu mencerminkan pembagian peran yang tegas di internal pemerintah: Kemenkeu hanya mengeksekusi pembayaran setelah keputusan pengadaan diambil Kementerian Pertahanan.
KF-21 dan Su-35, Dua Proyek Pertahanan yang Ditunggu Publik
KF-21 Boramae adalah jet tempur generasi 4,5 hasil pengembangan bersama Korea Selatan dan Indonesia. Indonesia turut menanggung sebagian biaya riset dan pengembangan, serta diharapkan mendapat transfer teknologi sebagai imbalannya. Proyek ini sudah berjalan lebih dari satu dekade dan sempat diwarnai ketegangan terkait kewajiban pembayaran Indonesia kepada pihak Korea.
Sukhoi Su-35 adalah pesawat tempur multiperan buatan Rusia yang pernah direncanakan menggantikan armada F-5 TNI AU. Proses pengadaannya berlarut-larut, sebagian karena tekanan sanksi internasional terhadap Rusia pascainvasi ke Ukraina yang mempersulit transaksi pertahanan dengan Moskow.
Publik dan kalangan pertahanan kini menunggu kejelasan dari dua proyek besar ini, khususnya setelah Purbaya menyebut implementasi KF-21 tinggal selangkah lagi. Keputusan resmi ada di tangan Kementerian Pertahanan.
Editor: Surya Dharma