Berita

42 Jet Tempur Rafale dan Rudal Meteor Tiba di Halim, TNI AU Terima Alutsista Prancis Senin (18/5)

7
×

42 Jet Tempur Rafale dan Rudal Meteor Tiba di Halim, TNI AU Terima Alutsista Prancis Senin (18/5)

Sebarkan artikel ini

Teras News — Senin (18/5/2026), Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, berubah menjadi panggung pameran kekuatan udara. Sejumlah alutsista dari Prancis tiba dan berjejer di landasan: jet tempur Rafale, pesawat angkut A400M MRTT, jet bisnis Falcon 8X, bom pintar Smart Weapon Hammer, hingga rudal udara-ke-udara Missile Meteor.

Kedatangan ini bukan peristiwa kecil. Rafale yang mendarat di Halim merupakan bagian dari kontrak pengadaan 42 unit jet tempur generasi 4,5 buatan Dassault Aviation, perusahaan kedirgantaraan asal Prancis, untuk memodernisasi alutsista TNI Angkatan Udara. Pesawat tempur multi-peran ini resmi diserahterimakan kepada TNI AU dalam seremoni di Halim.

Rudal Meteor: Jangkauan Lebih dari 200 Km

Di antara senjata yang dipamerkan, Missile Meteor mencuri perhatian. Rudal udara-ke-udara jarak jauh berbentuk ramping berwarna abu-abu dengan ujung runcing dan sirip kecil di bagian belakang ini masuk kategori Beyond Visual Range Air-to-Air Missile (BVRAAM), yakni rudal yang mampu menghancurkan target di luar jangkauan pandang pilot. Jangkauannya diklaim melampaui 200 km.

Meteor diproduksi oleh konsorsium MBDA, gabungan perusahaan dari Prancis, Inggris, Italia, dan Jerman. Rudal ini dirancang untuk mencegat berbagai ancaman udara, mulai dari jet tempur lincah hingga rudal jelajah.

Radar Baru Buatan PT Len Jangkau 450 Km

Presiden Prabowo Subianto turut hadir dan terlihat meninjau Radar Ground Controlled Interception (GCI) terbaru milik Indonesia. Radar ini merupakan produk PT Len Industri (Persero) yang dikembangkan bersama perusahaan Prancis, Thales Group, untuk Kementerian Pertahanan RI.

Jangkauan radar GCI tersebut mencapai 450 km. Fungsinya adalah memberikan panduan dan pengawalan bagi pesawat pencegat serta pesawat buru sergap dalam menjalankan misi pertahanan udara.

Falcon 8X untuk Misi VVIP, Hammer untuk Presisi Serangan

Dassault Falcon 8X, pesawat jet bisnis trijet berkemampuan jarak ultra-jauh, juga masuk dalam daftar alutsista yang tiba. Di Indonesia, Falcon 8X akan dioperasikan oleh Skadron Udara 17 TNI AU di Halim Perdanakusuma untuk mendukung penerbangan strategis VIP dan VVIP.

Satu lagi senjata yang dipamerkan adalah Smart Weapon Hammer, bom berpemandu presisi buatan Safran Electronics and Defense, Prancis. Senjata ini menggunakan kit panduan modular yang mengubah bom konvensional menjadi amunisi pintar berdaya jangkau jauh.

Seluruh alutsista yang tiba Senin ini menjadi bagian dari proyek modernisasi pertahanan udara nasional yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan masuknya Rafale, Meteor, radar GCI berjangkauan 450 km, dan sejumlah senjata presisi, Indonesia kini memiliki lapisan kemampuan udara yang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya. Pengiriman 42 unit Rafale secara keseluruhan masih terus berlangsung sesuai jadwal kontrak dengan Dassault Aviation.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma