Berita

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: 71.744 Sekolah di Wilayah 3T dan Daerah Bencana Masuk Program Revitalisasi 2026

11
×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: 71.744 Sekolah di Wilayah 3T dan Daerah Bencana Masuk Program Revitalisasi 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Minggu (17/5), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti datang langsung ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kunjungan itu bukan sekadar seremonial. Di sana, ia meninjau sendiri bangunan sekolah yang sudah menerima bantuan dari program revitalisasi sekolah yang tengah digenjot pemerintah.

71.744 Satuan Pendidikan Jadi Sasaran Revitalisasi Tahun Depan

Di hadapan para hadirin di SMKN 1 Sikur, Abdul Mu’ti mengumumkan rencana besar yang akan berlaku pada tahun 2026. Bantuan revitalisasi secara nasional akan diperluas hingga menjangkau 71.744 satuan pendidikan. Angka ini mencakup sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta daerah yang rawan atau terdampak bencana alam.

Wilayah 3T merujuk pada daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, infrastruktur minim, dan jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi. Sekolah-sekolah di kawasan ini kerap memiliki gedung yang rusak parah, namun luput dari perhatian karena sulitnya jangkauan distribusi anggaran.

Lombok Timur, Potret Nyata Sekolah yang Menanti Perbaikan

Pemilihan SMKN 1 Sikur sebagai lokasi peninjauan bukan tanpa alasan. Lombok Timur termasuk salah satu kabupaten di NTB yang pernah dihantam gempa bumi hebat pada 2018. Banyak fasilitas pendidikan di wilayah ini rusak, dan sebagian masih dalam proses pemulihan bertahun-tahun sesudahnya.

Dengan turun langsung ke lapangan, Abdul Mu’ti bisa melihat kondisi riil bangunan sekolah pascarevitalisasi. Kunjungan semacam ini juga memberi sinyal bahwa pemerintah pusat memantau realisasi program, bukan hanya memantau laporan tertulis dari daerah.

Program revitalisasi sekolah sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur pendidikan yang selama bertahun-tahun mengalami ketertinggalan, terutama di luar Pulau Jawa. Data Kemendikbud dalam berbagai laporan sebelumnya mencatat ribuan ruang kelas di Indonesia berada dalam kondisi rusak berat maupun rusak sedang, dengan konsentrasi terbesar di wilayah timur Indonesia dan daerah pascabencana.

Target 2026 Diperluas dari Tahun Sebelumnya

Pernyataan Abdul Mu’ti soal 71.744 satuan pendidikan menggambarkan perluasan cakupan program dibanding tahun-tahun sebelumnya. Prioritas diberikan kepada sekolah yang paling membutuhkan, yakni mereka yang berada di garis terdepan tantangan geografis dan kebencanaan.

Dengan target sebesar itu, program revitalisasi 2026 akan menjadi salah satu yang terbesar dari sisi jangkauan. Realisasinya di lapangan, termasuk kecepatan distribusi anggaran ke daerah-daerah terpencil, menjadi pekerjaan rumah yang kini ada di tangan pemerintah daerah dan Kemendikdasmen bersama-sama.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Ratna Dewi