Berita

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa di Jawa, Target 30 Ribu Unit pada Agustus 2026

12
×

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa di Jawa, Target 30 Ribu Unit pada Agustus 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026), di Kabupaten Nganjuk. Program ini digadang-gadang sebagai tumpuan baru kemandirian ekonomi desa.

“Dengan koperasi ini saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan akan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi, dia akan punya kekuatan dia sendiri,” kata Prabowo dalam sambutannya di hadapan para peserta peresmian.

Petani Keluhkan Mangga Terbaik yang Tak Bisa Dijual

Prabowo menyebut persoalan yang selama bertahun-tahun membelit petani desa: sulitnya akses pupuk, keterbatasan modal, dan distribusi hasil panen yang tersumbat. Akibatnya, banyak komoditas pertanian membusuk sebelum sampai ke tangan konsumen.

Ia bercerita tentang petani yang pernah mengadu langsung kepadanya. “Banyak panen yang rusak, panen yang puso. Banyak petani dulu mengeluh ke saya, ‘Pak, saya punya mangga yang terhebat di dunia tapi tidak ada yang beli.’ Tidak ada yang masuk kampung dia, padahal kampung dia itu lima sampai enam kilometer ke dalam,” ujar Presiden.

Koperasi Merah Putih dirancang memutus rantai masalah itu. Setiap koperasi desa akan dilengkapi truk dan pikap sendiri agar distribusi hasil panen tidak lagi bergantung pada pihak lain.

“Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pick up sendiri. Dia tidak akan tergantung mana pun. Dia akan mengantar hasil panennya ke tempat yang dia kehendaki, ke pasar yang dikehendaki,” lanjut Prabowo.

Layanan dari Sembako hingga Apotek Murah

Fungsi koperasi tidak berhenti pada distribusi pangan. Setiap unit KDKMP dirancang menjadi pusat layanan ekonomi warga desa, mencakup penyediaan sembako, pupuk bersubsidi, penyaluran gas, kredit murah, penyaluran bantuan pemerintah, hingga apotek dengan harga obat terjangkau.

“Obat yang kita tekan sehingga semurah-murahnya bisa dicapai oleh rakyat di seluruh Indonesia,” tutur Presiden.

Model koperasi semacam ini sejalan dengan konsep one-stop service di tingkat desa, di mana warga tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun mengakses permodalan usaha.

Target 30 Ribu Koperasi Diresmikan Sebelum Agustus

Angka 1.061 koperasi yang diresmikan hari ini baru permulaan. Pemerintah mengejar target jauh lebih besar dalam waktu kurang dari tiga bulan ke depan.

“Dari seribu ini, dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi. Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang bisa ditemukan di negara lain,” ucap Prabowo.

Presiden menekankan bahwa kecepatan pembangunan koperasi mencerminkan kemampuan pemerintah ketika seluruh institusi negara bergerak bersama. “Pemerintah Indonesia dengan lembaga-lembaganya, dengan institusi-institusinya, kalau punya kehendak, kalau punya strategi, kalau punya tekad, kalau punya kerja sama, kita mampu berbuat yang luar biasa,” tandas Prabowo.

Indonesia tercatat memiliki lebih dari 74.000 desa dan 8.000-an kelurahan. Jika target 30 ribu koperasi tercapai pada Agustus, program ini akan menjangkau hampir sepertiga seluruh desa dan kelurahan di seluruh nusantara dalam satu tahun pertama pelaksanaannya.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman