Teras News — Elina Svitolina kembali membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang belum selesai di dunia tenis. Petenis Ukraina berusia 31 tahun itu merebut gelar Italian Open 2026 di Roma, Minggu WIB, sekaligus menorehkan sederet pencapaian bersejarah yang melampaui nama-nama besar sebelumnya.
Svitolina mengalahkan unggulan ketiga Coco Gauff asal Amerika Serikat dengan skor 6-4, 6-7(5), 6-2 dalam laga final yang berlangsung ketat selama dua jam 49 menit. Kemenangan itu bukan sekadar gelar biasa — ini adalah gelar ketiga Svitolina di Roma, setelah ia menjuarai turnamen yang sama pada 2017 dan 2018.
Gauff Sempat Tekan, Svitolina Tak Tergoyahkan
Gauff memulai laga dengan dominan. Ia dua kali mematahkan servis Svitolina untuk memimpin 2-0 dan 4-2 di set pertama. Namun Svitolina berjuang balik pada kedua kesempatan itu, menyelamatkan tiga break point di gim kesembilan yang krusial sebelum merebut set pembuka 6-4.
Baca Juga:
Set kedua berjalan lebih dramatis. Gauff mematahkan servis untuk memimpin 6-5, tapi Svitolina segera membalas dan memaksa tiebreak. Gauff menang tiebreak 7-5 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Di set penentu, Svitolina tampil tanpa ampun. Ia mematahkan servis Gauff di gim kelima dan ketujuh untuk unggul 5-2, lalu mengonversi match point ketiganya setelah menyelamatkan tiga break point terakhir dari Gauff.
Rekor Bersejarah: Petenis Ukraina Pertama Raih 20 Gelar WTA
Kemenangan di Roma mengangkat total gelar tunggal Svitolina menjadi 20 gelar WTA, menjadikannya petenis Ukraina pertama di era Open yang mencapai angka tersebut. Ia juga tercatat sebagai petenis tertua yang meraih tiga gelar atau lebih di satu turnamen level WTA 1000, yakni pada usia 31 tahun 237 hari, melampaui rekor Serena Williams yang mencapai prestasi serupa di Miami pada 2013 di usia 31 tahun 173 hari.
Svitolina kini mencetak rekor sempurna 8-0 di final lapangan tanah liat WTA, menjadi petenis kedua yang memenangi delapan final perdana di permukaan tersebut setelah Anna Smashnova. Di Roma tahun ini pula, ia menjadi petenis pertama yang mencatat tiga kemenangan atas petenis peringkat top 5 dalam satu edisi turnamen Roma.
“Jelas ini adalah pertarungan yang sangat sulit. Saya sangat senang dengan cara saya mengatasi kegugupan, tidak hanya hari ini tetapi juga sepanjang turnamen ini,” kata Svitolina seusai pertandingan, seperti dikutip dari WTA.
Kembali Setelah Cuti Melahirkan
Pencapaian ini terasa lebih bermakna mengingat perjalanan Svitolina beberapa tahun terakhir. Ia mengambil cuti kompetisi setelah melahirkan putrinya pada Oktober 2022, lalu kembali bertanding mulai April 2023.
“Ketika saya kembali, bagi saya yang terpenting adalah memberi diri saya kesempatan yang baik untuk bermain di level tertinggi,” ucap Svitolina.
Proses comeback itu kini berbuah manis. Kemenangan atas Gauff di final juga memperbaiki catatan pertemuan keduanya menjadi 4-2 untuk keunggulan Svitolina. Gauff, yang berharap merengkuh gelar pertamanya di Roma, harus pulang dengan tangan kosong.
Dengan gelar Roma di tangan, Svitolina melaju ke French Open dalam kondisi dan kepercayaan diri terbaik. Grand Slam lapangan tanah liat paling bergengsi itu tinggal menunggu.
Editor: Arif Budiman