Berita

Fakaruzzaman Hidayatullah Pimpin GP Ansor Ponorogo 2026–2030, Usung Program SIAP

13
×

Fakaruzzaman Hidayatullah Pimpin GP Ansor Ponorogo 2026–2030, Usung Program SIAP

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ketua GP Ansor Ponorogo berganti tangan. Fakaruzzaman Hidayatullah resmi menjadi nakhoda baru Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Ponorogo untuk masa khidmah 2026–2030, menggantikan Muhammad Ilham dalam pelantikan yang digelar di Graha Wator Dhakon, Minggu (17/5/2026).

Pria yang akrab disapa Zaman itu tak sekadar menerima tongkat estafet kepemimpinan. Ia membawa gagasan yang ia sebut sebagai “spirit baru”, yakni menjadikan GP Ansor sebagai “Nakhoda Gerakan” yang siap menembus perubahan zaman melalui aksi nyata, memadukan tradisi dan inovasi demi kemajuan umat, agama, serta bangsa.

Program SIAP: Sinergi, Inspiratif, Adaptif, dan Pemuda

Zaman mengusung program bernama SIAP, akronim dari Sinergi, Inspiratif, Adaptif, dan Pemuda. Ia menegaskan bahwa akronim itu juga punya makna harfiah. “Yang juga memiliki makna harfiah sebagai kondisi yang optimal ketika seluruh faktor berada dalam keadaan prima dan maksimal,” jelasnya.

Bagi Zaman, kondisi optimal itu tidak akan tercapai tanpa dua fondasi utama: soliditas dan solidaritas. Soliditas berarti seluruh pengurus bergerak dengan tujuan yang sama. Solidaritas diwujudkan lewat persahabatan yang tulus di antara sesama anggota. “Kemampuan mengelola emosi, menjaga ritme kerja, serta ringan dalam memaafkan. Dengan itu akan terbentuk soliditas dan solidaritas yang akan mencapai sinergi dalam organisasi,” tegasnya.

Ia juga menaruh harapan besar pada kesamaan visi seluruh elemen organisasi. GP Ansor, menurutnya, harus tampil sebagai organisasi kepemudaan yang kuat memikul tanggung jawab sebagai agen perjuangan. “Juga tumpuan harapan regenerasi kepemimpinan Nahdlatul Ulama di masa mendatang,” ungkapnya.

Plt Bupati: GP Ansor Harus Jadi Motor Pemuda Kreatif

Pelantikan ini turut dihadiri Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Ia mengingatkan bahwa GP Ansor menanggung amanah besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan di tengah masyarakat.

“GP Ansor sudah membuktikan sebagai organisasi kepemudaan yang konsisten menjaga NKRI. Selain itu, merawat toleransi, serta aktif hadir di tengah masyarakat. Semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman) juga harus terus menjadi pegangan dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Lis itu.

Ia berharap kepengurusan baru di bawah Zaman mampu menjadi penggerak nyata bagi pemuda Ponorogo. “Pemuda Ansor harus bisa menjadi teladan, memperkuat persaudaraan, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.

GP Ansor merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang kepemudaan, kemasyarakatan, dan keagamaan. Organisasi ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial keagamaan serta pengembangan kader muda NU. Dengan kepemimpinan baru Zaman, publik di Ponorogo kini menunggu bagaimana program SIAP itu dijalankan di lapangan dalam empat tahun ke depan.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Arif Budiman