Internasional

Gagal Lobi Xi Jinping soal Iran, Trump Hadapi Tekanan Besar soal Selat Hormuz dan Nuklir

9
×

Gagal Lobi Xi Jinping soal Iran, Trump Hadapi Tekanan Besar soal Selat Hormuz dan Nuklir

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pembicaraan Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping tidak menghasilkan kesepakatan apa pun soal Iran. Trump kini menghadapi tekanan yang kian berat setelah dua isu krusial, yakni pembukaan kembali Selat Hormuz dan program nuklir Teheran, tetap buntu.

Selat Hormuz dan Nuklir Iran Masih Jadi Titik Beku

Pertemuan Trump dengan Xi Jinping gagal membuka jalan keluar dari kebuntuan panjang atas dua persoalan yang saling terkait itu. Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi rute ekspor minyak bagi sebagian besar negara kawasan, masih belum bisa dipastikan kondisinya. Program nuklir Iran yang selama ini memicu kekhawatiran komunitas internasional juga tidak menyentuh titik terang dari hasil lobi Trump ke Beijing.

China selama ini dikenal sebagai mitra dagang dan diplomatik Iran yang signifikan. Harapan Washington untuk mendorong Beijing menekan Teheran tampaknya tidak terwujud dalam putaran pembicaraan tersebut.

Trump Pulang Tanpa Terobosan, Tekanan Domestik Menguat

Trump kembali ke Washington dalam posisi yang tidak mudah. Tekanan dari dalam negeri AS terus menguat menyusul kegagalan lobi tersebut. Opsi militer terhadap Iran kini kembali masuk dalam perbincangan publik dan lingkaran kebijakan luar negeri AS, meski belum ada pernyataan resmi terkait rencana serangan.

Ketegangan AS-Iran bukan kisah baru. Dua negara ini telah berhadapan selama puluhan tahun, terutama sejak AS menarik diri dari Perjanjian Nuklir Iran (JCPOA) pada 2018 di era pertama kepresidenan Trump. Sejak saat itu, program pengayaan uranium Iran terus berkembang dan sanksi ekonomi AS terhadap Teheran semakin ketat.

Pertanyaan yang kini menggantung: apakah kegagalan jalur diplomasi lewat China akan mendorong Washington mengambil jalur lain yang lebih keras terhadap Teheran?

Penulis: Siti Rahma
Editor: Surya Dharma