Internasional

China Siap Beli Minyak AS Skala Besar, Trump Sebut Kapal Tanker Menuju Texas dan Louisiana

7
×

China Siap Beli Minyak AS Skala Besar, Trump Sebut Kapal Tanker Menuju Texas dan Louisiana

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pasokan minyak mentah dari Amerika Serikat berpotensi mengalir deras ke China dalam volume yang jauh lebih besar dari sebelumnya, setelah kedua negara menyepakati kerja sama energi di sela pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pekan ini.

Trump mengonfirmasi kesepakatan itu kepada Fox News seusai pertemuan di Beijing. “Mereka telah sepakat bahwa mereka ingin membeli minyak dari Amerika Serikat, mereka akan pergi ke Texas, kita akan mulai mengirim kapal-kapal China ke Texas, ke Louisiana, dan ke Alaska,” ujarnya. Pihak Beijing sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan perjanjian tertulis tersebut.

Selat Hormuz Tersumbat, China Cari Sumber Minyak Baru

Latar belakang percepatan kesepakatan ini tidak bisa dilepaskan dari krisis logistik energi global. Jalur ekspor minyak dari Teluk Persia terpangkas hampir seluruhnya akibat blokade total yang dilakukan Iran di Selat Hormuz. Selama berminggu-minggu, aliran minyak dari kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan energi China, praktis lumpuh.

China selama ini merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia, dengan ketergantungan besar pada pasokan dari Timur Tengah. Cadangan strategis dalam jumlah besar membantu Beijing bertahan dari gangguan pasokan sejauh ini, namun situasi itu tidak bisa bertahan tanpa batas waktu.

Menteri Energi AS Chris Wright menilai konfigurasi ini menciptakan kemitraan yang logis secara geografis dan ekonomi. “Ada perdagangan energi yang alami di sana,” kata Wright kepada CNBC dalam wawancara di Port Arthur, Texas, Jumat (15/5/2026). AS saat ini menyandang status produsen minyak terbesar di dunia, posisi yang membuat Washington menjadi alternatif paling realistis bagi Beijing.

Wright: Impor Minyak China dari AS Diprediksi Naik

Wright secara eksplisit memproyeksikan lonjakan pembelian minyak China dari AS dalam waktu dekat. “Saya menduga kita akan melihat pertumbuhan dalam impor minyak mereka dari Amerika Serikat,” katanya.

Untuk jangka pendek, Beijing diprediksi akan memusatkan pembelian dari kawasan Pantai Teluk AS, yang mencakup negara bagian Texas dan Louisiana. Dalam jangka panjang, China bersama pembeli Asia lainnya juga diperkirakan memperluas jangkauan hingga ke Alaska, seiring ambisi pemerintahan Trump yang terus mendorong produksi minyak di wilayah tersebut.

Wright: Blokade Hormuz “Kartu yang Hanya Bisa Dimainkan Sekali”

Wright juga menyentil konsekuensi jangka panjang dari tindakan Iran. Menurut dia, aksi pemblokiran Selat Hormuz justru akan mempercepat pergeseran peta logistik energi dunia secara permanen, dan pada akhirnya merugikan pengaruh jalur pelayaran itu sendiri.

“Ini adalah kartu yang hanya bisa Anda mainkan sekali,” ucap Wright.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur maritim paling strategis di dunia, dengan sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewatinya. Ketika jalur itu tersumbat, pembeli besar seperti China terpaksa mencari rute dan sumber pasokan alternatif.

Dengan pergeseran arah pembelian energi China ke AS yang kini mulai terbentuk, dinamika perdagangan minyak global berpotensi mengalami restrukturisasi jangka panjang. Pernyataan resmi dari Beijing mengenai detail dan volume kesepakatan ini masih ditunggu.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman