Teras News — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti terbang ke Kazan, Rusia, untuk membahas perluasan ekspor komoditas unggulan Indonesia, mulai dari kopi, minyak sawit, hingga kakao, ke pasar Rusia yang tercatat sudah mencapai nilai perdagangan bilateral US$4,8 miliar pada 2025. Angka itu tumbuh 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pertemuan berlangsung antara Wamendag Roro dan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev. Dalam forum bilateral itu, kedua pihak membahas peluang memperluas kerja sama di bidang perdagangan barang, investasi, dan hilirisasi industri.
Rusia Ambil 90,6 Persen Perdagangan Indonesia di Kawasan EAEU
Rusia bukan sekadar mitra dagang biasa bagi Indonesia. Negara itu menyumbang 90,6 persen dari total perdagangan Indonesia dengan kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), blok ekonomi yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgizstan.
Baca Juga:
Hubungan dagang keduanya bersifat saling mengisi. Rusia memasok batu bara, pupuk, dan produk baja ke Indonesia. Sebaliknya, Indonesia mengirim minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao ke pasar Rusia.
“Hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan tren positif. Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas,” kata Wamendag Roro saat pertemuan di Kazan, dikutip Jumat (15/5/2026).
FTA Indonesia-EAEU Ditarget Berlaku Kuartal III atau IV 2026
Satu agenda krusial yang dibahas adalah percepatan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan EAEU. Perjanjian itu, dikenal sebagai Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (FTA), sudah ditandatangani pada Desember 2025 di St. Petersburg. Proses ratifikasi di tingkat domestik kini tengah dipercepat, dengan target implementasi pada kuartal III atau IV tahun 2026.
Untuk mendukung implementasi perjanjian itu, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council (IEBC) yang akan dijalankan bersama KADIN Indonesia.
“Pembentukan Indonesia-EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan kedua negara,” jelas Roro.
Pelaku Usaha Rusia Diundang ke Trade Expo Indonesia Oktober 2026
Wamendag Roro juga membuka pintu kerja sama di sektor jasa. Indonesia dinilai memiliki tenaga terampil di bidang teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, dan teknologi digital yang dapat mengisi kebutuhan industri Rusia.
Dalam pertemuan itu, Roro mengundang pelaku usaha Rusia untuk hadir di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran dagang terbesar Indonesia itu dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD City.
“Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia,” tambah Roro.
Dengan target ratifikasi FTA Indonesia-EAEU yang dikejar sebelum akhir 2026, realisasi perdagangan bebas antara Indonesia dan blok Eurasia itu akan menjadi penentu seberapa jauh ekspansi produk Indonesia, termasuk kopi dan sawit, bisa menembus pasar yang selama ini masih terbuka lebar di kawasan tersebut.
Editor: Arif Budiman