Berita

Timwas Haji DPR Temukan Kamar Hotel Diisi 12 Jemaah, Abdul Wachid: Ini Tidak Manusiawi

9
×

Timwas Haji DPR Temukan Kamar Hotel Diisi 12 Jemaah, Abdul Wachid: Ini Tidak Manusiawi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kamar yang seharusnya ditempati empat orang diisi hingga dua belas jemaah. Temuan itu memicu kecaman Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, dalam rapat persiapan Timwas Haji DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

“Ini sudah tidak manusiawi. Kalau tempat tidur bisa ditambah, tapi kamar mandi hanya satu. Jemaah akhirnya harus bergantian,” kata Abdul Wachid, politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Kamar Hotel Penuh Sesak, Jemaah Antre Kamar Mandi

Laporan soal hotel yang melebihi kapasitas itu diterima Timwas sejak tahap awal pengawasan. Bagi jemaah haji yang rata-rata sudah berusia lanjut dan menempuh perjalanan panjang dari Indonesia, kondisi seperti itu jelas memberatkan. Satu kamar mandi untuk belasan orang, dalam jadwal ibadah yang padat, bukan perkara sepele.

Masalah jarak hotel turut masuk radar pengawasan. Standar maksimal yang ditetapkan adalah 4,5 kilometer dari titik layanan utama. Namun Timwas menemukan indikasi ada hotel berjarak hingga 13 kilometer.

Dugaan Pungli terhadap Jemaah Lansia

Temuan lain yang tidak kalah serius: dugaan pungutan liar terhadap jemaah lansia oleh oknum pendamping daerah. Abdul Wachid menyebut praktik itu seharusnya tidak terjadi sama sekali.

“Ada laporan pungli terhadap jemaah lansia. Seharusnya itu menjadi tanggung jawab regu pendamping, bukan membebani jemaah,” ungkapnya.

Jemaah lansia dalam penyelenggaraan haji Indonesia mendapat perhatian khusus karena keterbatasan fisik mereka. Pendamping regu justru bertugas meringankan beban mereka, bukan menambah beban finansial.

Timwas Berangkat Bertahap Mulai 16 Mei

Anggota Timwas Haji DPR RI dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi secara bertahap mulai 16 Mei 2026. Gelombang pertama akan menuju Madinah untuk memantau langsung kondisi pemondokan jemaah. Rapat persiapan kedua dijadwalkan 23 Mei di Makkah, yang merupakan pusat layanan haji Indonesia.

Cakupan pengawasan tidak berhenti di soal kamar hotel. Timwas juga akan memeriksa kualitas katering bercita rasa Indonesia, kesiapan tenda Armuzna di Arafah untuk puncak ibadah haji, serta pelaksanaan program Tanazul. Tanazul adalah program pemindahan jemaah secara bertahap untuk mengurangi kepadatan di Mina selama hari-hari tasyriq.

“Timwas hari ini melaksanakan rapat persiapan pertama. Nanti akan ada rapat kedua tanggal 23 Mei di daerah kerja di Makkah,” ujar Abdul Wachid.

Pengawasan tahun ini disebut harus memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi sesuai kesepakatan DPR dan pemerintah. Dengan jadwal keberangkatan jemaah yang sudah berjalan, Timwas kini berpacu dengan waktu untuk membenahi persoalan sebelum puncak musim haji tiba.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma