Berita

Berlian Ocean Dream 5,5 Karat Terjual Rp302,7 Miliar, Cetak Rekor Baru Lelang Dunia

9
×

Berlian Ocean Dream 5,5 Karat Terjual Rp302,7 Miliar, Cetak Rekor Baru Lelang Dunia

Sebarkan artikel ini

Teras News — Berlian biru kehijauan seberat 5,5 karat itu bukan sekadar batu mahal. Ocean Dream adalah berlian biru kehijauan mewah terbesar yang pernah mendapat sertifikasi dari Gemological Institute of America (GIA), lembaga penilai permata paling otoritatif di dunia, dan kini resmi memecahkan rekor penjualan setelah terjual seharga Rp302,7 miliar.

Ocean Dream: Berlian Langka Tersertifikasi GIA

Gemological Institute of America (GIA) adalah institusi nirlaba yang diakui secara internasional sebagai standar tertinggi dalam penilaian dan sertifikasi batu permata. Sertifikasi GIA terhadap Ocean Dream menjadi penjamin resmi bahwa berlian ini memang yang terbesar dari jenisnya di kategori biru kehijauan mewah yang pernah tercatat.

Warna biru kehijauan pada berlian tergolong sangat langka. Sebagian besar berlian berwarna yang beredar di pasar cenderung masuk kategori biru atau hijau secara terpisah. Kombinasi keduanya dalam satu batu, apalagi dalam ukuran 5,5 karat, praktis hampir tidak pernah ditemukan di pasaran lelang manapun.

Rekor Harga yang Melampaui Ekspektasi Pasar

Angka Rp302,7 miliar mencerminkan betapa tipisnya pasokan berlian berkualitas tinggi dengan karakteristik unik di pasar global. Kolektor dan investor permata premium selama ini menempatkan berlian berwarna langka sebagai aset alternatif yang nilainya cenderung tahan terhadap gejolak ekonomi.

Penjualan Ocean Dream langsung menarik perhatian komunitas kolektor permata internasional. Rekor ini mempertegas posisi berlian berwarna langka sebagai komoditas investasi kelas atas yang permintaannya tidak pernah benar-benar surut, bahkan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Ocean Dream kini resmi masuk dalam catatan sejarah lelang permata dunia sebagai berlian biru kehijauan tersertifikasi GIA dengan harga tertinggi yang pernah dicapai.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi