Teras News — Pelaku usaha ekspor otomotif dan barang manufaktur Eropa kini menghadapi ancaman kenaikan tarif besar-besaran ke pasar Amerika Serikat, menyusul ultimatum yang dilayangkan Presiden Donald Trump dengan tenggat waktu tepat di hari kemerdekaan AS, 4 Juli 2026.
Trump menyampaikan ancaman itu secara terbuka melalui platform media sosialnya, Truth Social, setelah pertemuan antara pejabat AS dan Uni Eropa gagal menghasilkan kesepakatan penuh soal pakta perdagangan bilateral. Peringatan ini muncul pada Kamis (7/5/2026), sebagaimana dilaporkan The Guardian.
“Saya sepakat untuk memberinya waktu hingga Ulang Tahun ke-250 Negara kita atau, sayangnya, tarif mereka akan segera melonjak ke level yang jauh lebih tinggi,” tulis Trump, merujuk pada percakapannya dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen.
Baca Juga:
Kesepakatan Juli Lalu Masih Menggantung
Ketegangan ini sebenarnya berakar dari perjanjian dagang yang sudah dicapai kedua pihak pada Juli tahun lalu. Dalam kesepakatan itu, tarif untuk sebagian besar barang Eropa ditetapkan sebesar 15%, termasuk untuk produk otomotif. Namun, perjanjian tersebut masih harus melalui proses ratifikasi oleh 27 negara anggota UE, dan itulah yang membuat Trump kehilangan kesabaran.
Pekan lalu, Trump bersumpah akan menaikkan bea masuk untuk mobil dan truk asal Uni Eropa menjadi 25%. Ia menuduh blok tersebut gagal menjalankan bagian mereka dari kesepakatan yang sudah dibuat.
Komplikasi tambahan datang dari dalam negeri AS sendiri. Mahkamah Agung AS memutuskan pada Februari lalu bahwa Trump telah melampaui wewenangnya dalam memberlakukan serangkaian tarif luas, termasuk yang menyasar Uni Eropa. Akibat putusan itu, pemerintahan Trump hanya bisa memberlakukan bea masuk sementara sebesar 10% sambil mencari mekanisme hukum yang lebih permanen. Putusan tersebut tidak mencakup tarif sektoral seperti otomotif.
Von der Leyen Klaim Ada Kemajuan
Merespons tekanan Trump, Von der Leyen menyatakan bahwa Uni Eropa telah mencatatkan kemajuan yang baik menuju ratifikasi pada awal Juli.
“Kami tetap berkomitmen penuh, di kedua belah pihak, terhadap implementasinya,” ujar Von der Leyen melalui akun media sosial X pada hari yang sama.
Siprus, yang kini memegang kepemimpinan bergilir Dewan Uni Eropa, menyatakan keinginannya menjaga momentum positif dalam pembicaraan dengan anggota Parlemen Eropa yang dijadwalkan pada 19 Mei mendatang.
Dengan tenggat 4 Juli tinggal dua bulan lagi, nasib hubungan dagang AS-UE kini bergantung pada seberapa cepat mesin birokrasi Brussels bergerak, sesuatu yang selama ini menjadi titik frustrasi Trump dalam hampir setiap putaran negosiasi dengan blok tersebut.
Editor: Arif Budiman