Internasional

Sertifikat Asal China-ASEAN Hemat 22 Ribu Yuan, Produk Mesin Kayu Jilin Kian Mudah Masuk Indonesia

7
×

Sertifikat Asal China-ASEAN Hemat 22 Ribu Yuan, Produk Mesin Kayu Jilin Kian Mudah Masuk Indonesia

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kota Yanji, Provinsi Jilin, China timur laut — otoritas bea cukai setempat baru-baru ini menerbitkan sertifikat asal di bawah kerangka perjanjian perdagangan bebas China-ASEAN untuk satu batch peralatan lini produksi papan kayu rekayasa senilai lebih dari 400 ribu yuan (sekitar Rp 1 miliar) yang diekspor ke Indonesia. Sertifikat tersebut bukan sekadar dokumen administratif — bagi produsen asal Jilin, itu berarti potongan biaya nyata yang langsung dirasakan pelanggan di luar negeri.

Peralatan itu diproduksi oleh Yalian Machinery Co., Ltd., perusahaan yang beroperasi di Provinsi Jilin dan sudah membangun reputasi di pasar Asia Tenggara, Rusia, serta Korea Selatan. Pengiriman kali ini menjadi salah satu dari rangkaian ekspor yang terus memanfaatkan skema tarif preferensial antara China dan negara-negara ASEAN.

Hemat 22 Ribu Yuan per Pengiriman, Total 2,3 Juta Yuan Sepanjang 2025

Yao Gang, kepala divisi bisnis internasional Yalian, menyebut manfaat sertifikat itu langsung terasa di angka. “Pengurangan pajak bea berkat sertifikat asal ini membantu kami menghemat sekitar 22 ribu yuan, sehingga secara signifikan menurunkan biaya pengadaan pelanggan kami di luar negeri, dan turut membantu meningkatkan daya saing produk kami,” katanya.

Ini bukan pengalaman pertama Yalian. Data otoritas bea cukai Yanji mencatat, sepanjang 2025 mereka telah menerbitkan 37 sertifikat serupa untuk Yalian, mencakup kargo senilai total 47 juta yuan. Dengan rata-rata tarif preferensial 5 persen, penghematan kumulatif bagi perusahaan itu menembus 2,3 juta yuan.

Angka itu menggambarkan betapa konsistennya Yalian memanfaatkan skema ini dari satu pengiriman ke pengiriman berikutnya.

Jilin Dorong Lebih Banyak Produk Unggulan ke Pasar ASEAN

Wang Lixun, wakil kepala kantor bea cukai Yanji, melihat tren ini sebagai ceruk yang terus membesar. “Seiring mendalamnya pengembangan perjanjian perdagangan bebas China-ASEAN, paket kebijakan proses perizinan bea cukai dan pengurangan tarif telah memberikan hasil yang nyata dan semakin besar,” ujarnya.

Wang menambahkan bahwa Provinsi Jilin dikenal sebagai pengekspor andal dalam tiga kategori utama: peralatan lini produksi papan kayu rekayasa, permesinan, dan produk pertanian khas. “Kami bersiap mendorong lebih banyak produk unggul memasuki pasar ASEAN dan tempat lainnya,” katanya.

Pada kuartal pertama tahun ini, otoritas bea cukai Yanji terus menerbitkan sertifikat serupa bagi kargo-kargo yang memenuhi persyaratan.

Perjanjian Bebas China-ASEAN dan Perannya bagi Rantai Perdagangan

Perjanjian perdagangan bebas China-ASEAN (ACFTA) memungkinkan produsen di China mengajukan sertifikat asal untuk mendapatkan tarif preferensial di negara-negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia. Sertifikat ini membuktikan bahwa produk memang diproduksi di China, sehingga berhak mendapat potongan bea masuk yang lebih rendah dibanding tarif normal.

Bagi importir di Indonesia, efeknya langsung terasa pada harga beli. Mesin produksi yang datang dengan dokumen ACFTA lengkap bisa masuk dengan biaya lebih rendah, yang pada gilirannya menekan harga akhir di pasar lokal.

Dengan volume sertifikat yang terus bertambah di awal 2026, ekspor peralatan industri dari Jilin ke kawasan Asia Tenggara berpeluang tumbuh lebih jauh sepanjang tahun ini.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman