Teras News — Delapan orang tewas dan 36 lainnya mengalami luka-luka setelah kebakaran besar melahap sebuah pusat perbelanjaan di wilayah barat Teheran, Iran, pada Selasa (5/5/2026). Ratusan pengunjung dan pedagang yang berada di dalam gedung saat api berkobar harus menyelamatkan diri di tengah kepulan asap tebal yang membumbung dari lokasi kejadian.
Stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan insiden tersebut tak lama setelah kejadian. Rekaman dari sejumlah saksi mata memperlihatkan kobaran api besar menjilat bangunan pusat perbelanjaan itu, disertai asap hitam pekat yang terlihat dari kejauhan. Verifikasi visual dilakukan dengan mencocokkan struktur bangunan, tiang listrik, pepohonan, dan tata letak jalan dengan citra arsip dan satelit.
Lapisan Luar Gedung Jadi Pemicu Cepatnya Api Menyebar
Dinas pemadam kebakaran setempat menuding lapisan luar bangunan yang mudah terbakar sebagai faktor utama cepatnya api meluas. Keterangan itu disampaikan melalui kantor berita Mizan News Agency. Api diduga merambat dengan cepat ke seluruh sisi gedung karena material fasad yang digunakan tidak tahan panas.
Baca Juga:
Penggunaan material fasad mudah terbakar pada gedung komersial merupakan masalah yang kerap muncul dalam kasus kebakaran gedung tinggi di berbagai negara. Bahan seperti aluminium komposit dengan isian plastik dikenal bisa menjadi jalur rambatan api yang sangat cepat, terutama pada bangunan berlantai banyak.
Kantor berita pemerintah Islamic Republic News Agency (IRNA) memastikan insiden ini terjadi pada 5 Mei. Sejumlah video yang beredar pada hari yang sama juga memperlihatkan kebakaran di gedung yang identik, memperkuat laporan awal yang masuk.
Kebakaran Terjadi di Tengah Ketegangan Iran-AS
Bencana ini muncul di saat situasi Iran sedang tidak menentu. Sehari sebelum kebakaran, baku tembak dilaporkan terjadi antara Iran dan Amerika Serikat, yang kian menekan stabilitas gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak.
Otoritas setempat masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan. Penyelidikan difokuskan pada titik awal api dan sejauh mana kerusakan struktur bangunan pascakebakaran.
Editor: Arif Budiman