Internasional

89 Anak Israel Ditemukan di Sekolah Ilegal Koh Phangan, Tiga Pengelola Ditangkap

16
×

89 Anak Israel Ditemukan di Sekolah Ilegal Koh Phangan, Tiga Pengelola Ditangkap

Sebarkan artikel ini

Teras News — Aparat keamanan Thailand menemukan 89 anak berkewarganegaraan Israel di sebuah sekolah yang beroperasi secara ilegal di Koh Phangan, Jumat (1/5/2026). Tiga pengelola langsung ditahan di tempat.

Penggerebekan berlangsung pukul 12.30 waktu setempat di Arki Kid School, tepatnya di kawasan desa Moo 3, sebuah pulau wisata populer di Thailand. Operasi dipimpin oleh Komando Operasi Keamanan Internal Thailand, dikenal dengan singkatan Isoc, menyusul keluhan warga soal aktivitas mencurigakan dari kalangan pebisnis asing.

Izin Titipan Anak, Kenyataannya Sekolah untuk 89 Siswa

Fakta di lapangan jauh melampaui izin yang dikantongi. Arki Kid School hanya mengantongi izin sebagai pusat penitipan anak untuk 18 anak berusia dua hingga lima tahun. Yang ditemukan petugas: 89 anak Israel berusia 2 hingga 12 tahun, ditambah 40 pekerja asal Myanmar dan 12 karyawan dari berbagai kewarganegaraan lain.

Ketiga tersangka yang ditangkap adalah pasangan suami istri asal Iran, Aidin Kishipoor dan Ndin Kishipoor (keduanya 45 tahun), serta seorang warga Thailand bernama Prathumthip Yu-in (61 tahun). Ketiganya dijerat pasal berlapis: mengoperasikan sekolah swasta nonformal secara ilegal, mempekerjakan orang asing tanpa izin, dan pelanggaran undang-undang perlindungan anak.

Biaya Sekolah Rp34,4 Juta per Semester, Kurikulum Tak Diakui

Arki Kid School memungut biaya 64.000 Baht atau sekitar Rp34,4 juta per anak untuk setiap semester. Angka itu setara dengan biaya sekolah internasional kelas atas. Namun soal kurikulum, pihak sekolah mengakui tidak mengikuti standar yang diakui pemerintah mana pun.

Di situs web resminya, pengelola berdalih metode mereka tetap berkualitas tinggi. “Meskipun kami tidak mematuhi kurikulum eksternal secara ketat, kami menyelaraskan pendekatan kami dengan standar pendidikan internasional untuk memastikan bahwa siswa kami memperoleh pengetahuan dasar yang sama dengan rekan-rekan mereka di sekolah internasional lainnya,” tulis pernyataan dalam situs tersebut.

Empat Staf Asing Turut Dijerat, Satu Warga AS Ikut Diproses

Penindakan tidak berhenti pada pengelola. Tiga warga Afrika Selatan dan satu warga Amerika Serikat didakwa bekerja tanpa izin kerja yang sah. Dua pegawai lain, seorang wanita Prancis dan seorang wanita Afrika Selatan, diproses hukum karena gagal melaporkan majikan serta jenis pekerjaan mereka kepada otoritas imigrasi, meski keduanya sebenarnya memegang izin kerja.

Isoc menyatakan operasi ini merupakan respons langsung atas sejumlah laporan dari masyarakat. Menurut otoritas itu, bisnis asing yang beroperasi secara ilegal berpotensi mengancam stabilitas keamanan nasional Thailand.

Proses hukum terhadap ketiga pengelola dan sejumlah staf asing kini berjalan di otoritas setempat. Nasib 89 anak Israel yang ditemukan di lokasi masih dalam penanganan pihak berwenang Thailand.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman