Internasional

Tiga Kapal Perusak AS Diserang Iran di Selat Hormuz, Trump: Kerusakan Besar pada Penyerang

12
×

Tiga Kapal Perusak AS Diserang Iran di Selat Hormuz, Trump: Kerusakan Besar pada Penyerang

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz kembali memanas setelah insiden tembak-menembak antara pasukan Iran dan tiga kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat pada Kamis-Jumat (8/6/2026). Ketegangan ini memicu kekhawatiran serius atas keselamatan lalu lintas kapal di salah satu jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia.

Komando militer pusat Iran, Khatam Al Anbiya, menyebut AS lebih dulu memicu konfrontasi dengan menyerang kapal tanker minyak Iran. “AS menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran yang bergerak dari perairan pesisir Iran di wilayah Jask menuju Selat Hormuz, serta kapal lain yang memasuki Selat Hormuz di seberang pelabuhan Fujairah, UEA,” kata Khatam Al Anbiya dalam pernyataan yang dikutip oleh televisi pemerintah Iran. Pihak Iran menuduh AS juga melancarkan serangan di lokasi lain di bagian selatan, “bekerja sama dengan beberapa negara di kawasan tersebut”.

“Pasukan Iran segera dan sebagai balasan menyerang kapal-kapal militer Amerika,” tambah pernyataan itu, sebagaimana dikutip AFP.

Ledakan di Pulau Qeshm, Pertahanan Udara Teheran Diaktifkan

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan ledakan terjadi di dermaga Bahman di Pulau Qeshm, sebuah pulau di kawasan Selat Hormuz. Ledakan itu disebut terjadi dalam situasi baku tembak antara angkatan bersenjata Iran dan musuh. Kantor berita Mehr turut melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Iran “menangkal target musuh” di langit Teheran bagian barat.

Militer Israel, ketika dikonfirmasi AFP, mengatakan mereka “tidak mengetahui adanya” serangan tersebut.

Trump: Rudal Iran Dijatuhkan, Tiga Kapal Perusak Tak Rusak

Presiden AS Donald Trump membantah narasi Iran soal keberhasilan serangan. Lewat media sosial, Trump mengklaim ketiga kapal perusak AS berhasil melintasi Selat Hormuz tanpa kerusakan berarti. “Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran,” tulisnya.

Trump merinci bahwa rudal yang ditembakkan ke kapal perusak AS “dengan mudah dijatuhkan”, sementara drone Iran “dibakar saat berada di udara” selama insiden berlangsung. “Ketiga kapal perusak kami, dengan awaknya yang luar biasa, sekarang akan bergabung kembali dengan blokade angkatan laut kami,” kata Trump.

Dalam wawancara dengan ABC, Trump menyebut serangan AS ke Iran hanya sebagai “sentuhan kasih sayang” dan menegaskan gencatan senjata masih berlaku. Namun ia tak segan melontarkan ancaman keras. “Kita akan menghancurkan mereka dengan lebih keras, dan lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak menandatangani kesepakatan mereka, SECEPATNYA!” tulis Trump.

Perang Masih Terbuka, Kesepakatan Belum di Tangan

Trump menyatakan AS tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran, meski di saat bersamaan memperingatkan eskalasi lebih keras jika Iran tidak segera bergerak. Pernyataan dua arah ini mencerminkan situasi yang masih cair: gencatan senjata diklaim masih berlaku oleh Washington, namun pertempuran nyata sudah terjadi di perairan Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sekitar 20 persen dari total pasokan minyak global melintas di jalur ini setiap harinya, menjadikan setiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi berdampak langsung pada harga energi dunia. Situasi terkini masih terus berkembang dan dunia menantikan langkah resmi dari kedua belah pihak dalam jam-jam mendatang.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman