Teras News — Presiden Prabowo Subianto mendesak seluruh negara anggota ASEAN untuk mempercepat diversifikasi energi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dan gangguan pada jalur pasokan energi dunia. Seruan itu disampaikan dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5).
Dalam pernyataannya di forum tersebut, Prabowo menyoroti bahwa gangguan berkepanjangan pada jalur-jalur utama distribusi energi global telah menempatkan kawasan Asia Tenggara pada posisi yang rentan. Karena itu, ia mendorong ASEAN untuk tidak mengandalkan satu sumber energi saja.
Cebu Jadi Panggung Seruan Energi Prabowo ke Pemimpin ASEAN
KTT ke-48 ASEAN berlangsung di Cebu, kota terbesar kedua di Filipina, yang menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin Asia Tenggara tahun ini. Prabowo tampil di sesi pleno, forum utama KTT tempat kepala negara dan pemerintahan menyampaikan posisi resmi negara masing-masing.
Baca Juga:
Isu diversifikasi energi yang dibawa Prabowo relevan dengan situasi global yang tengah berubah cepat. Ketegangan geopolitik di berbagai penjuru dunia dalam beberapa tahun terakhir telah berulang kali mengganggu rantai pasokan energi, mulai dari konflik di Eropa Timur hingga ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang semuanya berdampak pada harga dan ketersediaan energi di negara-negara berkembang, termasuk di Asia Tenggara.
Diversifikasi Energi Jadi Isu Krusial di Tengah Gejolak Global
Diversifikasi energi merujuk pada strategi mengurangi ketergantungan pada satu jenis sumber energi, misalnya bahan bakar fosil, dengan mengembangkan sumber-sumber alternatif seperti energi terbarukan, nuklir, atau gas alam. Bagi negara-negara ASEAN yang sebagian besar masih bergantung pada impor energi fosil, strategi ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan energi jangka panjang.
Indonesia sendiri memiliki kepentingan besar dalam agenda ini. Sebagai negara dengan kebutuhan energi terbesar di kawasan, Indonesia terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan sekaligus berupaya mengurangi ketergantungan pada batu bara untuk kebutuhan domestik.
Pernyataan Prabowo di Cebu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pendorong utama transisi energi di kawasan, seiring dengan tekanan global agar negara-negara berkembang turut berperan dalam upaya pengurangan emisi karbon.
KTT ASEAN ke-48 di Cebu mempertemukan para pemimpin dari sepuluh negara anggota blok tersebut untuk membahas berbagai agenda kawasan, termasuk situasi ekonomi, keamanan regional, dan ketahanan energi yang semakin mendesak di tengah gejolak geopolitik yang belum mereda.
Editor: Ratna Dewi