Teras News — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menaruh perhatian besar pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Nawal Yasin menyatakan optimismenya bahwa UMKM Jateng mampu tumbuh lebih kompetitif, tangguh menghadapi tekanan ekonomi, sekaligus merambah pasar internasional.
“UMKM Jateng harus semakin tumbuh, tangguh, dan mendunia,” kata Nawal Yasin, seperti disampaikan dalam keterangan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Semarang.
Ekosistem UMKM Dibenahi dari Hulu hingga Hilir
Penguatan ekosistem UMKM bukan sekadar soal permodalan. Nawal menekankan bahwa intervensi harus menyentuh seluruh rantai usaha, mulai dari proses produksi, akses bahan baku, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga perluasan pasar. Tanpa perbaikan menyeluruh di setiap tahapan itu, pertumbuhan UMKM dinilai tidak akan bertahan lama.
Baca Juga:
Bagi pelaku usaha kecil di Jawa Tengah, pernyataan ini membawa harapan nyata. Mereka selama ini menghadapi tantangan berlapis: persaingan produk impor, keterbatasan akses pembiayaan, dan sulitnya menembus jaringan distribusi modern.
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Jawa Tengah
Sektor UMKM memang bukan pemain pinggiran dalam struktur ekonomi Jawa Tengah. Jutaan warga menggantungkan penghidupan pada usaha skala kecil dan menengah, mulai dari industri batik, pengolahan hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga kuliner lokal yang kini mulai dilirik pasar luar negeri.
Optimisme Nawal bukan tanpa dasar. Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi dengan basis UMKM terbesar di Indonesia. Potensi itu, jika didukung ekosistem yang solid, diyakini bisa mengangkat daya saing produk lokal ke level yang lebih tinggi.
Pemerintah provinsi kini terus mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi berani mengembangkan jaringan hingga ke luar negeri. Pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi akses pasar global menjadi bagian dari arah kebijakan yang sedang dijalankan.
Editor: Arif Budiman