Berita

Mufti Sabah Malaysia Kunjungi Salatiga, Bahas Kerja Sama Pendidikan Tahfiz dan Toleransi

8
×

Mufti Sabah Malaysia Kunjungi Salatiga, Bahas Kerja Sama Pendidikan Tahfiz dan Toleransi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Mufti Kerajaan Negeri Sabah, Malaysia, Bungsu Aziz bin Haji Jaafar, mengunjungi Kota Salatiga pada Rabu (6/5/2026) untuk membahas kerja sama pendidikan dan penguatan moderasi beragama antara kedua wilayah. Pertemuan berlangsung di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Salatiga.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyambut langsung rombongan dari Sabah. Dalam pertemuan itu, kedua pihak mendiskusikan peluang kolaborasi di bidang pendidikan tahfiz, keagamaan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Salatiga Pamerkan Rekam Jejak Kota Paling Toleran

Robby memanfaatkan kesempatan itu untuk memaparkan capaian Salatiga yang kembali mempertahankan predikat kota paling toleran di Indonesia. Menurutnya, prestasi itu bukan hasil kerja pemerintah semata, melainkan buah dari sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Predikat kota paling toleran merupakan hasil kerja bersama. Kami memastikan birokrasi berjalan inklusif dan non-diskriminatif, sehingga negara hadir untuk seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan,” kata Robby.

Komitmen toleransi di Salatiga dituangkan dalam sejumlah regulasi daerah, termasuk Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Toleransi dan Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme. Pemerintah kota juga aktif menggelar dialog lintas iman serta pertukaran budaya sebagai bagian dari pendekatan pendidikan berbasis kebhinekaan.

“Kami meyakini pendidikan adalah fondasi utama membangun masa depan yang damai. Melalui kurikulum berbasis kebhinekaan dan penguatan karakter tasamuh serta tawazun, kita sedang menyiapkan generasi yang inklusif, toleran, dan berwawasan global,” ujar Robby.

Tasamuh berarti sikap toleran, sedangkan tawazun merujuk pada keseimbangan dalam bersikap, dua nilai yang kerap menjadi acuan dalam pendidikan moderasi beragama di lingkungan pesantren dan lembaga Islam.

Sabah Incar Pengembangan Pendidikan Tahfiz untuk Generasi Muda

Bungsu Aziz menjelaskan, kunjungan ke Salatiga bukan kunjungan biasa. Dia menyebut ada agenda konkret yang ingin dibangun bersama, khususnya dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga.

Pihak Sabah menaruh perhatian besar pada pengembangan pendidikan tahfiz, yakni program menghafal Al-Qur’an, bagi generasi muda di wilayah mereka. Kedekatan budaya dan emosional antara masyarakat Sabah dan Indonesia dinilai Bungsu Aziz sebagai modal kuat untuk memperlancar kerja sama tersebut.

Robby pun menyatakan kesiapan Salatiga untuk menjalin hubungan yang lebih erat. “Saya berharap hubungan antara Kota Salatiga dan Negeri Sabah semakin erat dan berkelanjutan. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat bagi kemajuan pendidikan, penguatan toleransi, serta kerukunan umat di kedua wilayah,” pungkasnya.

Kunjungan Mufti Sabah ke Salatiga menjadi bagian dari diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy) yang selama ini dijalin antara Indonesia dan Malaysia melalui jalur keagamaan dan pendidikan. Tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kota Salatiga dan Negeri Sabah kini menunggu pembahasan lebih lanjut di level teknis, termasuk kemungkinan keterlibatan UIN Salatiga sebagai mitra institusional.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi