Teras News — Harga minyak dunia bisa jatuh signifikan jika senjata berhenti bicara di Timur Tengah. Prediksi itu datang langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyatakan harga bahan bakar minyak akan turun drastis setelah konflik dengan Iran berakhir.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan pada Kamis (30/4) waktu setempat. Tidak ada rincian angka penurunan harga yang disebutkan, namun Trump secara eksplisit mengaitkan trajektori harga BBM dengan nasib perang melawan Iran.
Konflik Iran Jadi Penentu Arah Harga Energi Global
Pernyataan Trump mencerminkan kekhawatiran nyata pasar energi global terhadap eskalasi ketegangan di kawasan Teluk. Iran adalah salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia, dan setiap guncangan geopolitik di sana secara historis langsung memengaruhi harga minyak di pasar internasional.
Baca Juga:
Pernyataan ini disampaikan kepada pers, seperti dilaporkan CNBC Indonesia pada Jumat (1/5). Hingga berita ini diturunkan, pihak Iran belum mengeluarkan respons resmi atas pernyataan Trump tersebut.
Pasar Tunggu Kepastian Diplomatik
Selama ketegangan AS-Iran belum mereda, tekanan terhadap harga energi global kemungkinan besar akan bertahan. Trump sendiri tidak menyebut kerangka waktu atau kondisi spesifik yang harus dipenuhi sebelum konflik bisa dianggap berakhir.
Publik dan pasar kini menunggu perkembangan diplomatik lebih lanjut untuk mengukur seberapa realistis proyeksi penurunan harga BBM yang dijanjikan Trump.
Editor: Arif Budiman