Internasional

Kesepakatan AS-Iran Diteken di Jenewa: Perang Berakhir, Selat Hormuz Dibuka Kembali

51
×

Kesepakatan AS-Iran Diteken di Jenewa: Perang Berakhir, Selat Hormuz Dibuka Kembali

Sebarkan artikel ini

Teras News — Selat Hormuz, jalur laut yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, akan kembali terbuka. Sebuah kesepakatan besar antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan ditandatangani di Jenewa, Swiss, Jumat (24/4) mendatang, membawa serta sejumlah poin yang bisa mengubah peta geopolitik kawasan secara mendasar.

Kesepakatan itu memuat tiga butir utama. Pertama, perang dinyatakan berakhir di semua front, termasuk di Lebanon. Kedua, AS mencabut blokade yang selama ini menutup akses ke pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Ketiga, Iran sepakat membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional, seperti dilaporkan Sindonews.

Selat Hormuz: Titik Simpul Energi Global yang Lama Tersumbat

Selat Hormuz adalah perairan sempit antara Iran dan Oman, tempat kapal-kapal tanker dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab melintas setiap hari menuju pasar global. Ketika jalur ini tersumbat, pasar energi dunia langsung bereaksi. Pelaku usaha di sektor pelayaran dan perdagangan sudah lama menunggu kepastian soal status jalur ini.

Bagi Iran, pencabutan blokade AS atas pelabuhan-pelabuhannya adalah salah satu tuntutan utama yang selama ini menghambat ekspor minyak mereka. Sebaliknya, pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran adalah konsesi yang dinantikan oleh pasar energi internasional dan negara-negara pengimpor minyak Teluk.

Lebanon Masuk dalam Klausul Gencatan Senjata

Salah satu poin yang menonjol adalah pencantuman Lebanon dalam klausul penghentian perang. Ini mengindikasikan bahwa kesepakatan tidak hanya menyentuh konflik langsung antara kedua negara, tetapi juga konflik proksi di kawasan yang selama ini dikaitkan dengan jaringan dukungan Iran.

Penandatanganan rencananya berlangsung di Jenewa, kota Swiss yang secara historis kerap menjadi lokasi negosiasi diplomatik sensitif tingkat tinggi.

Publik internasional kini menunggu apakah penandatanganan Jumat depan akan berjalan sesuai rencana, dan bagaimana implementasi dari tiga poin kesepakatan itu akan diawasi oleh kedua pihak.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Ratna Dewi