Berita

May Day 2026 di Monas: Buruh Suarakan Tuntutan RUU Ketenagakerjaan dan Ancaman PHK di Hadapan Prabowo

11
×

May Day 2026 di Monas: Buruh Suarakan Tuntutan RUU Ketenagakerjaan dan Ancaman PHK di Hadapan Prabowo

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ribuan buruh dari berbagai penjuru Indonesia memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026. Mereka membawa tuntutan yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari jutaan pekerja: pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, serta kekhawatiran soal ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dipicu konflik global.

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di tengah lautan massa buruh pada Jumat (1/5/2026). Ia menyapa para peserta dari mobil kepresidenan saat memasuki lokasi, sebelum kemudian menyampaikan sambutan di hadapan pimpinan organisasi buruh. Turut mendampingi Prabowo antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, serta Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat.

Outsourcing dan Upah Murah Jadi Keluhan Utama Buruh

Tuntutan penghapusan outsourcing bukan isu baru. Sistem ini sudah lama dikeluhkan pekerja karena membuat hubungan kerja menjadi tidak pasti — pekerja bisa berganti majikan tanpa jaminan kesinambungan hak-hak mereka. Upah murah pun menjadi pokok gugatan yang tak pernah selesai, terutama di tengah tekanan biaya hidup yang terus naik.

Yang membedakan May Day tahun ini adalah nada kekhawatiran yang lebih kuat terhadap dampak ketidakstabilan ekonomi global. Konflik di berbagai belahan dunia memberi tekanan pada rantai pasokan industri, dan para buruh khawatir kondisi itu akan berujung pada PHK massal di sektor manufaktur dan ekspor.

RUU Ketenagakerjaan Belum Juga Disahkan

Tuntutan pengesahan RUU Ketenagakerjaan mencerminkan frustrasi panjang kalangan pekerja. Revisi aturan ketenagakerjaan sudah lama dinantikan sebagai payung hukum yang lebih melindungi hak buruh, namun hingga peringatan May Day 2026 ini, regulasi tersebut belum juga rampung dibahas dan disahkan.

Kehadiran Presiden Prabowo di Monas pada peringatan tahun ini dinilai sejumlah pemimpin serikat pekerja sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap aspirasi kaum buruh. Namun para pekerja menunggu lebih dari sekadar kehadiran — mereka menunggu jawaban konkret atas tuntutan yang sudah bertahun-tahun disuarakan di setiap perayaan Hari Buruh.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Surya Dharma