Berita

Siswi SMP 16 Tahun Tikam Guru SD hingga Tewas di OKU Selatan, Berawal dari Percobaan Pencurian

8
×

Siswi SMP 16 Tahun Tikam Guru SD hingga Tewas di OKU Selatan, Berawal dari Percobaan Pencurian

Sebarkan artikel ini

Teras News — Senin (15/6/2026) siang, kabar duka datang dari Kabupaten OKU Selatan, Sumatra Selatan. Sri Khodijah, seorang guru SD, tewas setelah ditikam oleh YS (16), siswi kelas 1 SMP. Kejadian ini bermula dari dugaan percobaan pencurian di rumah korban.

Pelaku, yang masih berusia 16 tahun, diduga mendatangi kediaman Sri Khodijah dengan niat mencuri. Setelah beraksi, YS kabur bersama orang tuanya. Sri Khodijah tidak sempat mendapatkan pertolongan yang cukup dan akhirnya meninggal dunia akibat tikaman tersebut.

Pelaku Kabur Bersama Orang Tua Usai Beraksi

Informasi awal yang dilaporkan Tribunnews menyebutkan bahwa YS melarikan diri bersama orang tuanya segera setelah insiden itu terjadi. Pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai status penangkapan pelaku pada saat berita ini diturunkan.

Kasus ini mengguncang warga OKU Selatan. Sri Khodijah dikenal sebagai tenaga pengajar di tingkat sekolah dasar, dan kematiannya di tangan seorang pelajar remaja memicu keprihatinan luas.

Demo Tolak BBM di Lampung Ricuh, Foto Presiden Dibakar

Masih di hari yang sama, ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Senin (15/6/2026) siang. Massa memulai konvoi dari Museum Lampung di Jalan ZA. Pagar Alam No.64, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, sebelum bergerak menuju Gedung DPRD dengan sepeda motor. Jarak yang ditempuh sekitar 10 kilometer, atau sekitar 20 menit perjalanan.

Sesampainya di lokasi, massa disambut kawat berduri dan penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Penjagaan itu tidak menyurutkan aksi mereka.

Demonstran membakar ban di depan gedung dewan. Aksi berlanjut dengan pembakaran foto Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan saat ini, seperti terlihat dalam siaran langsung kanal YouTube TribunLampung.

Tuntutan Mahasiswa: BBM, Pendidikan Gratis, hingga HAM

Para pengunjuk rasa berasal dari sejumlah organisasi, di antaranya Universitas Lampung (UNILA), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Provinsi Lampung.

Mereka membawa tujuh tuntutan utama: penolakan kenaikan harga BBM, pendidikan gratis, penurunan harga bahan pokok, revisi Undang-Undang Polri, penghentian program tertentu, penerapan pajak kekayaan, serta penegakan hak asasi manusia (HAM).

Kedua peristiwa ini, pembunuhan guru di OKU Selatan dan aksi mahasiswa di Lampung, menjadi sorotan publik pada hari yang sama dan menempatkan Sumatra sebagai pusat perhatian nasional pada pekan ketiga Juni 2026.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Ratna Dewi