Berita

685 Personel Gabungan Gelar Simulasi Unjuk Rasa di Magelang, Persiapan Hadapi May Day

9
×

685 Personel Gabungan Gelar Simulasi Unjuk Rasa di Magelang, Persiapan Hadapi May Day

Sebarkan artikel ini

Teras News — 685 personel — dari Polri, TNI, hingga Dinas Kesehatan — berkumpul di halaman Gedung DPRD Kabupaten Magelang pada Kamis (24/4/2026) untuk menggelar simulasi penanganan unjuk rasa yang berujung ricuh. Latihan gabungan ini dirancang khusus sebagai persiapan menghadapi Hari Buruh Internasional atau May Day yang tinggal beberapa hari lagi.

Skenario: Demo Damai Berubah Anarkis

Simulasi dimulai dengan skenario aksi unjuk rasa sekelompok massa yang tidak puas terhadap suatu kebijakan. Awalnya berlangsung tertib. Situasi mulai memanas ketika proses audiensi dengan DPRD buntu, tidak ada kesepakatan yang tercapai. Massa kemudian bergerak anarkis.

Aparat langsung merespons sesuai tahapan prosedur: pendekatan persuasif dulu, kemudian negosiasi, lalu tindakan pengendalian massa jika dua cara pertama gagal. Plt Wakapolresta Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, memastikan seluruh tahapan tetap menjunjung prinsip hak asasi manusia.

“Pendekatan awal tetap persuasif. Namun ketika situasi meningkat, ada tahapan yang harus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali,” jelasnya di sela kegiatan.

Enam Instansi Turun Bersama

Dari 685 personel yang terlibat, mereka berasal dari enam unsur: Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan. Kehadiran Dinas Kesehatan dan Pemadam Kebakaran dalam latihan ini mencerminkan pola penanganan terpadu, bukan sekadar urusan pengamanan semata.

Eko menyebut koordinasi lintas instansi justru menjadi fokus utama latihan ini, bukan hanya kesiapan fisik tiap personel. “Jadi ketika situasi benar-benar terjadi, semua sudah siap,” ujarnya.

DPRD Kabupaten Magelang Sambut Positif

Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, hadir menyaksikan simulasi dan menyatakan kesiapan aparat menjadi faktor kunci stabilitas wilayah. “Kesiapan aparat menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas wilayah, terutama di tengah dinamika sosial yang berkembang,” pungkasnya.

Simulasi ini rutin digelar sebagai agenda peningkatan kemampuan teknis aparat. Kali ini waktunya berdekatan dengan May Day, yang secara historis kerap diwarnai aksi penyampaian aspirasi buruh di berbagai daerah.

“Prinsipnya kami hadir untuk mengamankan sekaligus melayani agar kegiatan masyarakat berjalan tertib,” kata Eko.

Dilansir dari laporan Kontributor Kabupaten Magelang, Diskomdig Jawa Tengah.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman