Teknologi

BYD Temui CEO F1 Stefano Domenicali di Shanghai, Pertimbangkan Posisi Tim hingga Pemasok Powertrain

8
×

BYD Temui CEO F1 Stefano Domenicali di Shanghai, Pertimbangkan Posisi Tim hingga Pemasok Powertrain

Sebarkan artikel ini

Teras News — BYD, produsen kendaraan listrik terbesar di dunia, secara resmi mengkaji kemungkinan keterlibatannya di ajang Formula 1 seiring perubahan regulasi 2026 yang memperbesar porsi tenaga listrik dalam sistem propulsi hybrid. Perusahaan asal China itu telah menemui langsung pimpinan tertinggi F1 untuk membahas peluang tersebut.

“Kami sedang mengevaluasi peran potensial di Formula 1,” ujar Li Ke, Wakil Presiden Eksekutif BYD, seperti dikutip Carnewschina, Selasa (28/4) waktu setempat. Li Ke mengonfirmasi bahwa pembicaraan sudah berlangsung dengan jajaran pimpinan Formula 1, termasuk pertemuan langsung dengan CEO Stefano Domenicali di Shanghai.

Tiga Opsi di Meja: Tim, Pemasok Powertrain, atau Sponsor

BYD tidak mematok satu jalur masuk. Li Ke menyebut perusahaan tengah mempertimbangkan tiga kemungkinan posisi: menjadi tim peserta yang berkompetisi langsung, memasok komponen powertrain hybrid kepada tim yang sudah ada, atau masuk lewat jalur sponsorship. Belum ada keputusan resmi maupun jadwal yang diumumkan hingga saat ini.

Ketiga opsi itu mencerminkan pendekatan yang hati-hati. BYD rupanya melihat Formula 1 bukan sekadar papan iklan raksasa, melainkan sebagai arena pengujian rekayasa dan validasi sistem propulsi di kondisi ekstrem.

Regulasi 2026 Geser Keseimbangan ke Sistem Listrik

Ketertarikan BYD bukan tanpa perhitungan teknis. Siklus regulasi Formula 1 mulai 2026 secara signifikan meningkatkan kontribusi tenaga listrik dalam unit tenaga hybrid, menggeser keseimbangan performa ke arah sistem pemulihan dan penyaluran energi (energy recovery system). Perubahan ini membuat arsitektur drivetrain elektrifikasi jauh lebih krusial dibanding era sebelumnya.

BYD memiliki keunggulan di bidang itu. Perusahaan ini membangun reputasinya di atas sistem baterai dan propulsi listrik, dua komponen yang kini menjadi inti persaingan teknis di F1. Penjualan tahunan BYD mencapai sekitar 4,6 juta unit pada 2025, menjadikannya salah satu pemain terbesar di industri kendaraan listrik global.

Namun kompetisi di Formula 1 jauh lebih kompleks dari sekadar performa baterai. Manajemen energi terintegrasi di berbagai subsistem, dari aerodinamika hingga pendinginan, menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan keahlian berbeda dari produksi massal kendaraan jalan raya.

Laporan Internal Maret 2026 Sebut Ferrari dan McLaren sebagai Tolok Ukur

Laporan mengenai diskusi internal BYD sebenarnya sudah beredar sejak Maret 2026. Laporan itu menyebut BYD memfokuskan kajiannya pada posisi kompetitif melawan produsen performa mapan seperti Ferrari dan McLaren. Pihak BYD belum mengonfirmasi informasi itu secara resmi.

BYD juga tengah mengembangkan supercar Formula X (FCB) yang rencananya diproduksi pada 2027. Mobil konsep berperforma tinggi itu disebut sebagai pameran arah rekayasa BYD ke depan, sekaligus indikasi serius minat perusahaan terhadap segmen performa tinggi.

Untuk saat ini, keterlibatan BYD di Formula 1 masih berada pada tahap evaluasi awal. Tidak ada komitmen yang dikonfirmasi, dan tidak ada garis waktu yang ditetapkan. Publik dan industri otomotif global menanti keputusan resmi dari perusahaan yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengejutkan pasar dengan langkah-langkah ekspansinya.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman