Teras News — Platform gim online Roblox kembali bisa diakses oleh jutaan pengguna di seluruh Rusia mulai Rabu (10/6), setelah sebelumnya diblokir selama berbulan-bulan. Pemblokiran itu dicabut menyusul kepatuhan penuh platform tersebut terhadap persyaratan hukum perlindungan pengguna yang ditetapkan pemerintah Rusia.
Kementerian Pengembangan Digital Rusia mengonfirmasi pencabutan pembatasan itu setelah serangkaian konsultasi langsung dengan pemilik Roblox. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut bahwa Roblox telah menerapkan sejumlah langkah tambahan untuk meningkatkan keamanan anak-anak, termasuk mekanisme pembatasan akses ke gim berdasarkan kelompok usia. Platform itu juga berkomitmen memerangi penyebaran konten yang tidak diinginkan.
Diblokir Roskomnadzor sejak 3 Desember karena Konten Berbahaya bagi Anak
Roblox masuk daftar hitam badan pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor, pada 3 Desember 2025. Alasannya: adanya konten tidak pantas yang dinilai berdampak negatif terhadap perkembangan spiritual dan moral anak-anak.
Baca Juga:
Pemblokiran ini membuat jutaan pengguna muda Rusia kehilangan akses ke salah satu platform gim paling populer di dunia. Roblox sendiri merupakan platform yang memungkinkan penggunanya bermain sekaligus membuat gim mereka sendiri, dengan basis pengguna global yang didominasi usia anak dan remaja.
Kepatuhan Roblox Jadi Kunci Pencabutan Blokir
Kementerian Pengembangan Digital Rusia menyatakan keputusan membuka blokir diambil setelah Roblox “sepenuhnya mematuhi persyaratan hukum” yang berlaku di negara tersebut terkait keselamatan pengguna. Tidak dirinci lebih lanjut mekanisme teknis apa saja yang kini diterapkan platform itu untuk memenuhi standar Rusia.
Langkah Rusia ini mencerminkan pola yang sudah sering terjadi: platform teknologi asing diblokir karena dianggap tidak patuh, lalu dibuka kembali setelah ada penyesuaian. Sebelum Roblox, sejumlah platform lain juga pernah merasakan tekanan serupa dari otoritas digital Moskow.
Hingga kini, pihak Roblox belum mengeluarkan pernyataan publik resmi terkait detail kesepakatan yang dicapai dengan pihak Rusia.
Editor: Surya Dharma