Perkuatan struktur bangunan pabrik akan dibutuhkan dalam periode waktu tertentu. Tentunya perkuatan ini dilakukan dengan maksud dan tujuan positif yaitu untuk mempertahankan bangunan serta memperpanjang usia pakai.
Hanya saja pada bangunan pabrik, proses ini perlu mempertimbangkan downtime. Itulah mengapa harus diambil strategi yang tepat agar downtime minimal dan hasil perkuatan bangunan bisa optimal.
Tantangan Retrofitting Bangunan Pabrik
Dalam proses perkuatan bangunan pabrik ini akan ada yang namanya retrofitting. Proses ini tentu tidak mudah dan perlu dipersiapkan sebaik mungkin.
Anda juga sebaiknya waspada dengan berbagai tantangan dalam melakukan retrofitting bangunan pabrik. Berikut adalah beberapa tantangan yang mungkin harus dihadapi.
-
Aktivitas Produksi Tetap Harus Berjalan
Retrofitting pada pabrik memiliki tantangan cukup besar karena bagaimanapun juga aktivitas produksi harus tetap berjalan. Jika memang aktivitas harus berhenti saat proses perkuatan maka pemberhentiannya harus seminimal mungkin.
-
Beban Mesin dan Operasional Bisa Berubah
Tantangan berikutnya adalah perubahan beban mesin dan operasional. Perubahan seperti ini memang sangat wajar terjadi di pabrik dan harus ada perhitungan yang cermat untuk menyikapi perubahan tersebut.
-
Area Struktur Lama Perlu Dievaluasi Ulang
Perlu ada waktu dan tenaga yang diluangkan untuk mengevaluasi ulang area struktur lama. Ini sangat penting untuk memastikan struktur lama diperkuat sebaik mungkin agar hasilnya optimal.
-
Downtime Perlu Ditekan Seminimal Mungkin
Tantangan lainnya adalah menekan downtime seminimal mungkin. Downtime saat perbaikan pabrik harus minimal agar tetap bisa produktif dan kerugian dapat ditekan.
-
Metode Kerja Harus Menyesuaikan Kondisi Lapangan
Penting sekali untuk memastikan bahwa metode kerja sesuai dengan kondisi lapangan. Itulah mengapa sebaiknya proyek seperti ini dijalankan oleh profesional agar penyesuaian bisa lebih mudah dan efektif.

Strategi Retrofitting dengan Downtime Minimal
Pad proses retrofitting pabrik, sangat penting untuk memikirkan downtime. Downtime sebaiknya diminimalkan agar kerugian pabrik bisa seminimal mungkin.
Berikut adalah beberapa strategi retrofitting yang dapat diterapkan agar downtime minimal.
-
Lakukan Inspeksi Struktur sebelum Pekerjaan
Faktor pertama adalah pemakaian material yang tidak berkualitas. Kualitas material memang punya pengaruh besar dalam menentukan kekuatan struktur beton.
Memang benar bahwa kekuatan dan daya tahan struktur beton akan sangat dipengaruhi oleh proses awal pembangunan. Dalam hal ini, pemilihan material akan memberikan peran yang sangat besar.
Jika sejak awal dilakukan pemilihan material berkualitas tinggi, maka kekuatan struktur beton yang akan dihasilkan juga pasti lebih baik. Ini akan membantu struktur beton bertahan lebih lama.
-
Tentukan Area Prioritas yang Perlu Diperkuat
Selain kualitas bahan, teknik perbaikan juga memegang pengaruh besar. Penting sekali memastikan bahwa teknik perbaikan yang diterapkan sudah tepat mulai dari analisis kerusakan, langkah persiapan, hingga finishing.
Percuma saja menggunakan bahan berkualitas tinggi tapi langkah perbaikannya salah. Itulah mengapa harus diperhatikan baik-baik bagaimana cara perbaikan yang harus dilakukan.
Hal ini juga termasuk pencampuran bahan. Apabila perlu dilakukan pencampuran terlebih dahulu maka prosesnya harus tepat agar hasil lebih optimal.
-
Gunakan Metode Perkuatan Struktur yang Efisien
Keretakan berulang pada struktur beton juga bisa terjadi karena persiapan area yang kurang optimal. Ini merupakan tahap awal perbaikan yang punya peran penting.
Jika tidak diperhatikan dengan baik maka hasil perbaikan bisa kurang optimal. Akibatnya material tidak bisa menempel dan mengalir dengan baik sehingga kekuatan struktur beton tidak kembali dengan maksimal.
-
Atur Tahapan Kerja agar Tidak Mengganggu Operasional
Selain faktor-faktor internal seperti kualitas bahan dan cara pengaplikasian, faktor eksternal juga bisa memicu keretakan berulang. Misalnya saja seperti tingkat pH, suhu, paparan air, dan lain sebagainya.
Faktor eksternal mungkin cukup sulit untuk diantisipasi apalagi jika Anda tidak menyadarinya dan sulit melakukan identifikasi. Namun bagaimanapun juga hal tersebut sebenarnya masih bisa diprediksi.
Misalnya saja jika struktur beton berdekatan dengan area air. Dalam hal ini maka bisa digunakan jenis material yang tepat sehingga kekuatan struktur tidak berubah meskipun ada paparan air dengan intensitas tinggi.
-
Pilih Solusi Penguatan yang Sesuai Kebutuhan Pabrik
Berikutnya adalah proses finishing yang kurang tepat. Hal ini ternyata juga bisa memicu keretakan berulang dalam waktu singkat yang akan menurunkan kekuatan struktur beton.
Hal ini berhubungan dengan proses finishing pada tahap pembuatan awal maupun finishing saat perbaikan. Jika finishing dilakukan dengan tepat maka material akan set dengan baik dan memberikan kekuatan struktur yang jauh lebih tinggi.
Material Perkuatan Struktur Terbaik dari Sika
Pemilihan material yang tepat sangat penting untuk dilakukan dalam proyek perkuatan struktur sebuah bangunan. Sika menghadirkan banyak pilihan produk yang dapat dijadikan opsi, di antaranya Sika CarboDur, SikaWrap, dan Sikadur.
Sika CarboDur merupakan material untuk memperkuat struktur berupa lembaran karbon fiber. Nantinya pemakaian material ini akan ditempelkan dengan Sikadur 30 yang berfungsi sebagai tulangan tambahan di sisi luar.
Kemudian ada SikaWrap, material yang digunakan sebagai sistem penguat struktur inovatif. Bentuknya berupa anyaman serat karbon 2 arah dan digunakan pada proses aplikasi kering.
Perkuatan struktur juga dapat menggunakan material Sikadur. Selain digunakan bersama Sika CarboDur, material ini juga dipakai untuk mengisi celah pada retakan beton. Kekuatannya sangat baik dan daya alirnya juga begitu fleksibel.
Sika telah memiliki pengalaman selama 115 tahun dan terlibat dalam berbagai proyek konstruksi dengan skala besar. Salah satu contoh proyek yang dikerjakan oleh Sika adalah Gardu Lepas Pantai di Jerman. Sika juga merupakan brand pertama yang mencetuskan semen waterproofing di Indonesia.
Sika CarboDur, SikaWrap, juga SikaDur menjadi pilihan produk dari Sika yang cocok digunakan dalam proyek perkuatan struktur. Langsung saja konsultasikan rencana pemakaian dengan tim teknis Sika melalui halaman Kontak/Dukungan Sika.