Berita

KM Sabuk Nusantara 106 Tabrak Rumah Warga di Banda Neira, Pelni Siap Tanggung Biaya Perbaikan

4
×

KM Sabuk Nusantara 106 Tabrak Rumah Warga di Banda Neira, Pelni Siap Tanggung Biaya Perbaikan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Selasa (pukul 09.45 WIT), sebuah kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menghantam rumah warga di Banda Neira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. KM Sabuk Nusantara 106, nama kapal itu, menabrak bangunan tempat tinggal penduduk setempat dan memicu kepanikan di kawasan yang dikenal sebagai bagian dari gugusan Kepulauan Banda tersebut.

Tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan fisik pada rumah warga cukup nyata, dan warga yang terdampak langsung segera mendapat kunjungan dari perwakilan Pelni di lokasi.

Pelni Akui Insiden, Perwakilan Temui Langsung Pemilik Rumah

Sekretaris Perusahaan Pelni, Ditto Pappilanda, membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi Antara di Jakarta pada hari yang sama. Ia menyatakan perusahaan siap menanggung seluruh kerugian yang ditimbulkan. “Kami akan mengganti dan memperbaiki kerusakan yang timbul dalam insiden ini,” kata Ditto.

Perwakilan Pelni di Banda Neira, menurut Ditto, sudah turun langsung menemui pemilik rumah yang terdampak. “Perwakilan kami di Banda Neira sudah menemui langsung pemilik rumah dan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Pelni juga menyampaikan permintaan maaf resmi atas insiden ini. “Kami mengucapkan permohonan maaf atas insiden yang terjadi atas KM Sabuk Nusantara 106 di Banda Neira. Dapat kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,” kata Ditto.

Penyebab Tabrakan Masih Diselidiki

Apa yang membuat kapal itu menabrak rumah warga belum terjawab. Ditto mengungkapkan penyebab insiden masih dalam proses pemeriksaan internal. Pelni belum memberikan penjelasan lebih jauh soal kronologi atau faktor teknis yang memicu kejadian pagi itu.

KM Sabuk Nusantara 106 untuk sementara tidak beroperasi. Kapal baru akan kembali melayani rute pelayaran setelah dinyatakan laik jalan sesuai standar keselamatan pelayaran yang berlaku.

Banda Neira merupakan salah satu pelabuhan singgah penting di jalur pelayaran Maluku. Kawasan ini secara geografis mengandalkan transportasi laut sebagai urat nadi konektivitas antar pulau, sehingga gangguan operasional kapal Pelni di titik ini kerap berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok di sekitar kepulauan tersebut.

Publik kini menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Pelni soal penyebab pasti tabrakan, sekaligus memastikan proses perbaikan rumah warga berjalan sebagaimana yang telah dijanjikan perusahaan.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Ratna Dewi