Teras News — Layanan kereta rel listrik (KRL) lintas Cikarang-Bekasi terganggu setelah kecelakaan maut yang melibatkan kereta di jalur tersebut. Transjakarta bergerak cepat dengan mengoperasikan shuttle bus dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Bekasi untuk mengangkut penumpang yang terdampak gangguan.
Shuttle Bus Jadi Andalan Sementara Penumpang Terdampak
Ribuan penumpang KRL yang mengandalkan lintas Cikarang-Bekasi setiap harinya kini harus mencari jalur alternatif. Transjakarta menyiapkan armada shuttle bus sebagai solusi sementara, menghubungkan dua titik stasiun yang normalnya terlayani langsung oleh KRL.
Bagi warga Bekasi yang biasa berangkat kerja atau beraktivitas menggunakan KRL, gangguan ini berdampak langsung pada waktu tempuh mereka. Jalur Cikarang-Bekasi merupakan salah satu rute padat yang menopang mobilitas warga Bekasi ke Jakarta maupun sebaliknya.
Baca Juga:
Kecelakaan Maut Picu Kelumpuhan Jalur KRL
Kecelakaan yang terjadi di lintas Cikarang-Bekasi memaksa pihak pengelola menghentikan sementara operasional kereta di jalur tersebut. Proses evakuasi dan pemulihan jalur menjadi prioritas sebelum layanan KRL dapat kembali berjalan normal.
Layanan shuttle bus Transjakarta difungsikan sebagai jembatan penghubung selama jalur utama belum bisa beroperasi. Penumpang diminta memanfaatkan layanan alternatif ini dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pengelola.
Normalisasi jalur KRL Cikarang-Bekasi masih menunggu hasil penanganan di lokasi kecelakaan.
Editor: Arif Budiman