Teras News — Kementerian Sosial kini memverifikasi penerima bantuan sosial menggunakan teknologi face recognition atau pengenalan wajah. Digitalisasi data ini diterapkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Teknologi pengenalan wajah bekerja dengan mencocokkan data biometrik wajah penerima dengan data yang tersimpan dalam sistem. Proses ini menggantikan metode verifikasi manual yang selama ini dinilai rentan terhadap kesalahan pendataan maupun penyalahgunaan.
Digitalisasi Jadi Kunci Penyaluran Bansos Lebih Akurat
Kemensos menjadikan digitalisasi data sebagai salah satu mekanisme utama dalam pengelolaan program bantuan sosial. Face recognition menjadi bagian dari sistem tersebut, memungkinkan verifikasi identitas penerima dilakukan secara otomatis dan real-time.
Baca Juga:
Teknologi serupa sudah digunakan di berbagai sektor layanan publik, termasuk perbankan dan keamanan. Penerapannya dalam penyaluran bansos merupakan bagian dari tren digitalisasi pelayanan pemerintah yang mendorong efisiensi dan akuntabilitas.
Pemerintah selama ini menghadapi tantangan dalam memastikan bansos benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Data penerima yang tidak mutakhir kerap menjadi akar persoalan, mulai dari penerima ganda hingga warga layak yang justru tidak terdaftar.
Dengan sistem pengenalan wajah, identitas penerima dapat dikonfirmasi langsung di lapangan tanpa bergantung sepenuhnya pada dokumen fisik. Validasi berjalan lebih cepat dan hasilnya tercatat secara digital dalam basis data Kemensos.
Sistem Terus Dikembangkan
Penerapan face recognition dalam ekosistem data sosial pemerintah bukan tanpa tantangan. Infrastruktur digital di daerah terpencil, keterbatasan perangkat, hingga literasi teknologi masyarakat sasaran menjadi faktor yang perlu diantisipasi dalam proses implementasi.
Kemensos belum merinci jumlah penerima yang sudah melalui proses verifikasi biometrik ini maupun target cakupan ke depan. Publik menunggu transparansi lebih lanjut soal efektivitas sistem tersebut dalam memangkas angka penerima bansos yang tidak tepat sasaran.
Editor: Surya Dharma