Berita

Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Tetap, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Turun Langsung

11
×

Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Tetap, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Turun Langsung

Sebarkan artikel ini

Teras News — Anak-anak dari keluarga miskin di Malang kini bisa kembali mengenyam pendidikan lewat Program Sekolah Rakyat, meski fasilitas yang mereka gunakan masih berstatus pinjaman. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengunjungi SMP Negeri 16 Malang pada Jumat (12/6) untuk melihat langsung kondisi program yang menjadi prioritas Presiden tersebut.

Program Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga desil satu dan dua, yakni kelompok rumah tangga termiskin dalam data pemerintah, yang sebelumnya putus sekolah atau tidak mampu melanjutkan pendidikan. Di Malang, program ini untuk sementara menumpang di gedung SMP Negeri 16 sambil menunggu pembangunan gedung permanen yang rencananya berdiri di kawasan sekitar lokasi tersebut.

Lahan Milik Kelurahan Jadi Hambatan Pembangunan Gedung Permanen

Dudung mengungkapkan bahwa proses penyediaan lahan untuk gedung Sekolah Rakyat masih memerlukan koordinasi lintas instansi. Ada sebidang tanah yang berpotensi digunakan, namun statusnya masih milik kelurahan.

“Saya lihat ini sekolah rintisan. Sekolah rakyatnya nanti akan dibangun di sekitar sini. Masih kita komunikasikan karena ada tanah yang sebetulnya bisa digunakan, tetapi masih punya kelurahan. Nanti saya komunikasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, ATR/BPN, kemudian Dinas Sosial untuk segera dibangun,” kata Dudung.

Penyelesaian administrasi lahan, tegasnya, harus mengikuti prosedur hukum yang berlaku agar pembangunan tidak memunculkan masalah regulasi di kemudian hari. KSP berperan mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan dinas-dinas teknis terkait agar proses pengadaan aset berjalan lebih cepat.

Siswa Tunjukkan Perkembangan Positif di Tengah Tantangan Awal

Dari dialog dengan kepala sekolah dan para pembimbing, Dudung mendapat gambaran soal berbagai kendala yang muncul di awal pelaksanaan program. Meski begitu, pembinaan karakter dan moral yang berlangsung secara berkelanjutan membuahkan hasil: sejumlah siswa bahkan berhasil meraih prestasi.

Dudung juga menyempatkan diri mengapresiasi karya lukisan seorang siswa yang menggambarkan Istana Negara. Momen itu ia jadikan kesempatan menyampaikan pesan yang lebih besar soal cita-cita program ini.

“Sekolah Rakyat merupakan prioritas utama dari program beliau. Di sini kita lihat anak yang putus sekolah, anak yang karena tidak mampu dari desil satu dan dua, bisa bersekolah di sini,” ujar Dudung.

Ia menutup kunjungannya dengan menegaskan pesan dari Presiden: “Ini harapan Bapak Presiden, tidak ada lagi anak yang tidak sekolah. Semua mempunyai hak yang sama di dalam menempuh pendidikan.”

Dengan lahan yang belum selesai diproses dan gedung permanen yang belum dibangun, keberlangsungan program di Malang kini bergantung pada seberapa cepat koordinasi antara KSP, pemerintah daerah, dan dinas terkait menghasilkan keputusan konkret.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi