Teras News — Dari 1.344 jamaah haji asal Provinsi Bengkulu yang diberangkatkan musim haji 1447 Hijriah, sebanyak 1.334 orang telah kembali ke tanah air. Tujuh orang sisanya masih berada di Tanah Suci, menunggu proses pemulangan pada fase akhir kepulangan jamaah haji Indonesia.
Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, menyampaikan kondisi terkini itu pada Sabtu. “Berdasarkan laporan terbaru sebanyak 1.334 haji Bengkulu telah tiba kembali di tanah air, sementara tujuh orang masih berada di Tanah Suci,” katanya.
Tiga Jamaah Wafat Selama Pelaksanaan Ibadah Haji
Dari total jamaah yang berangkat, tiga orang wafat selama pelaksanaan ibadah haji. Tukiman Sadi Kromo Karso asal Kota Bengkulu meninggal di Madinah pada 29 April 2026. Mustina Abdul Basir asal Kabupaten Bengkulu Utara menyusul wafat di Makkah pada 1 Juni 2026.
Baca Juga:
Jamaah ketiga yang wafat adalah Kasnini Rasyid Dersai (63) asal Kota Bengkulu. Almarhumah meninggal pada Jumat (12/6) pukul 00.30 Waktu Arab Saudi di ruang ICU Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Jeddani Hospital.
5.815 Layanan Kesehatan Diberikan Selama Operasional Haji
Di tengah proses pemulangan, layanan kesehatan bagi jamaah Bengkulu terus berjalan. Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu mencatat telah memberikan 5.815 layanan kesehatan sepanjang operasional haji berlangsung. Pemantauan terhadap jamaah prioritas risiko tinggi juga mencapai 6.083 kali kunjungan.
Secara akumulatif, 10 jamaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 32 orang dirujuk ke RSAS. Kurniawan menyebutkan tidak ada rujukan baru ke kedua fasilitas itu, dan saat ini tidak ada lagi jamaah Bengkulu yang menjalani perawatan di KKHI Makkah.
Jamaah Berusia 80 Tahun Pulang dalam Kondisi Stabil
Salah satu jamaah yang sempat menarik perhatian petugas kesehatan adalah Kasmid Kasan Bin Hasan (80) asal Kabupaten Kaur. Sebelumnya ia menjalani perawatan di RSAS Ibnu Sina Jeddah, namun berhasil kembali ke tanah air bersama Kloter PDG 07 pada 11 Juni 2026 dan tiba di Kabupaten Kaur sehari kemudian dalam kondisi stabil.
Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau, Kasmid sempat dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat RSUP M. Djamil Padang untuk penanganan lebih lanjut. “Pasien meminta pulang atas permintaan sendiri dan selanjutnya dibawa menuju Bengkulu menggunakan ambulans,” jelas Kurniawan.
Sesampainya di Asrama Haji Debarkasi Antara Bengkulu, tim kesehatan memeriksa kondisinya dan mendapati pasien cukup stabil meski masih terlihat lemah. Tim kemudian menganjurkan agar Kasmid dirujuk ke UGD RSUD M. Yunus Bengkulu, namun keluarga memutuskan membawanya langsung pulang ke Kabupaten Kaur.
Dengan tujuh jamaah yang masih menanti kepulangan di Tanah Suci, proses pemulangan haji Bengkulu 1447 Hijriah belum sepenuhnya rampung. Pihak kesehatan memastikan pendampingan terhadap jamaah yang tersisa tetap berjalan hingga seluruhnya kembali ke Indonesia.
Editor: Ratna Dewi