Berita

Riset Kuliner Heritage Kota Magelang Raih Juara RUD 2026, Tim Peneliti Bawa Pulang Rp17,5 Juta

9
×

Riset Kuliner Heritage Kota Magelang Raih Juara RUD 2026, Tim Peneliti Bawa Pulang Rp17,5 Juta

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pelaku UMKM kuliner tradisional di Kota Magelang berpotensi mendapat angin segar. Sebuah penelitian tentang revitalisasi kuliner heritage melalui teknologi pengawetan dan inovasi produk resmi dinobatkan sebagai pemenang pertama Riset Unggulan Daerah (RUD) 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang.

Penelitian berjudul Revitalisasi Kuliner Heritage Kota Magelang melalui Teknologi Pengawetan dan Inovasi Produk untuk Daya Saing UMKM itu diketuai Emma Dwi Ratnasari. Tim ini unggul karena karyanya dinilai punya kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan kuliner khas kota tersebut.

Uang Pembinaan Rp17,5 Juta untuk Dua Tim Terbaik

Dua tim peneliti terbaik masing-masing membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp17.500.000. Penghargaan terbaik kedua jatuh ke tangan penelitian bertajuk “Si-Pandai”: Model Sekolah Inklusi Berbasis Kesiapan Guru dalam Perspektif EDAI (Equity, Diversity, Accessibility and Inclusion) di Kota Magelang, yang diketuai Galih Istiningsih.

Penelitian Si-Pandai menawarkan model pendidikan inklusif yang menitikberatkan kesiapan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang setara, beragam, mudah diakses, dan ramah bagi seluruh peserta didik. EDAI sendiri adalah pendekatan yang menekankan pemerataan hak, keberagaman, aksesibilitas, dan inklusi dalam sistem pendidikan.

Riset Diharapkan Jadi Acuan Kebijakan, Bukan Sekadar Laporan Akademis

Kepala Bapperida Kota Magelang, Handini Rahayu, menegaskan bahwa hasil penelitian yang terpilih tidak boleh berhenti di atas kertas. Ia mendorong agar temuan riset benar-benar dipakai sebagai rujukan penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.

“Melalui pemanfaatan hasil riset yang relevan dan aplikatif, Pemerintah Kota Magelang terus berupaya mewujudkan pembangunan yang berbasis data, inovasi, dan kebutuhan masyarakat,” ujar Handini.

Handini juga berharap program RUD ini mendorong lahirnya lebih banyak gagasan berkualitas untuk mendukung Kota Magelang yang maju, inovatif, dan berdaya saing.

Program RUD sendiri dirancang sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para peneliti lokal yang menghasilkan karya inovatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. Dengan menyasar tema-tema yang langsung bersentuhan dengan ekonomi warga dan layanan publik, program ini menjadikan riset bukan sekadar kegiatan akademis, melainkan alat bantu nyata bagi pengambil kebijakan di tingkat kota.

Ke depan, publik menunggu bagaimana rekomendasi dari kedua penelitian ini diterjemahkan ke dalam program konkret, khususnya bagi pelaku UMKM kuliner dan pengelola sekolah inklusif di Kota Magelang.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Ratna Dewi