Berita

Sere Pasaribu, Mahasiswi UIC College, Rilis 5 Lagu dan Isi Vokal Soundtrack Film Saat Masih Kuliah

46
×

Sere Pasaribu, Mahasiswi UIC College, Rilis 5 Lagu dan Isi Vokal Soundtrack Film Saat Masih Kuliah

Sebarkan artikel ini

Teras NewsSere Pasaribu, mahasiswi Program Musik UIC College, merilis lima lagu orisinal sekaligus terlibat sebagai pengisi vokal soundtrack film Malam 3 Yasinan sebelum menyelesaikan masa studinya. Seluruh pencapaian itu ia hadirkan dalam satu malam di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, pada Jumat (12/06).

“Setiap orang pernah mencintai sesuatu, kehilangan sesuatu, lalu belajar dari pengalaman itu. Pengalaman-pengalaman itulah yang saya terjemahkan ke dalam musik dan karya yang saya tulis sendiri,” kata Sere dalam keterangannya, Sabtu.

Senior Vocal Recital Bertajuk “To Love, To Lose, To Learn”

Malam itu bukan konser biasa. Sere mengemas penampilannya dalam format Senior Vocal Recital bertajuk “To Love, To Lose, To Learn”, sebuah ruang refleksi personal yang ia jadikan pertunjukan terbuka bagi publik.

“Bagi saya, musik adalah cara untuk memahami dan membagikan pengalaman hidup kepada orang lain. Selama kuliah, saya mendapat banyak kesempatan untuk mengembangkan karya tersebut sekaligus belajar menulis, bereksperimen, dan menemukan identitas artistik saya,” ujarnya.

Lima lagu yang ia tulis sendiri berjudul “Like I Always Do”, “Stupid For Loving U”, “8 8 18th”, “Buatku Berarti”, dan “Mungkin Tak Harus Terjawab”. Semua lagu itu kini tersedia di berbagai platform streaming musik melalui UIC College of Music dan Nayanara Svara.

Pengalaman Langsung di Industri Kreatif Profesional

Keterlibatan Sere dalam soundtrack film memberinya perspektif yang jauh berbeda dari ruang kelas. Bukan sekadar latihan, ia masuk ke dalam proses produksi dengan ekspektasi dan standar kerja sesungguhnya.

“Terlibat dalam soundtrack film membuat saya melihat dunia musik dari perspektif yang berbeda. Saya merasakan langsung bagaimana sebuah karya lahir dalam lingkungan profesional dengan ekspektasi dan tanggung jawab yang nyata,” kata Sere.

Program Leader Music UIC College, Irfas, menjelaskan bahwa model pendidikan seperti ini memang dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori. “Mereka harus membangun portofolio, menghasilkan karya, berkolaborasi, dan memahami standar industri sejak awal. Karena itu kami mendorong siswa untuk mulai bekerja melalui proyek-proyek nyata selama masa studi mereka,” kata Irfas.

Director of Marketing and Student Experience USG Education, Niluh Komang Aimee Sukesna, menilai perjalanan Sere mencerminkan perubahan yang tengah terjadi dalam pendidikan tinggi sektor kreatif. “Ketika pendidikan dirancang untuk mendekatkan mahasiswa pada dunia nyata, hasilnya bukan hanya gelar, tetapi juga karya, pengalaman, dan kesiapan menghadapi industri,” ujar Niluh.

Dengan lima lagu yang sudah beredar dan kredit nama di sebuah soundtrack film, Sere memasuki dunia industri musik bukan dari nol, melainkan dengan rekam jejak yang sudah terbentuk sejak bangku kuliah.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma