RTH Pulau Cinta di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, resmi mulai dibangun pada Kamis (17/4/2026). Pembangunan dijadwalkan rampung pada 14 Agustus 2026 atau 120 hari kalender.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menyebut proyek ini bertujuan mendukung sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian warga Pulau Tidung.
“Pembangunan RTH Pulau Cinta untuk mendukung pembangunan wisata, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat di Kelurahan Pulau Tidung,” kata Fadjar dalam sosialisasi pembangunan RTH Pulau Cinta di Jakarta, Jumat (18/4/2026).
Baca Juga:
Fadjar menekankan kualitas pengerjaan menjadi prioritas agar manfaat RTH dapat dirasakan seluruh masyarakat setempat. “Sehingga kehadiran RTH Pulau Cinta bisa benar-benar nyata dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Detail Teknis dan Pelaksana Proyek
Kasi Pencahayaan UKT 2 Kepulauan Seribu sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Wibih Abdi, mengungkapkan total luas area pembangunan mencapai 755,17 meter persegi.
Proyek dilaksanakan oleh PT Samuel Marpa Abadi sebagai penyedia jasa, di bawah pengawasan PT Todo Consult.
“Total luas pembangunan 755,17 meter persegi, dengan waktu pekerjaan 17 April–14 Agustus 2026 atau 120 hari kalender,” ungkap Wibih.
Lokasi pembangunan RTH Pulau Cinta masuk dalam kawasan Jembatan Cinta, salah satu destinasi wisata utama di Pulau Tidung.
Bagian dari Penataan Kawasan Jembatan Cinta
Wibih menyebut pembangunan RTH Pulau Cinta merupakan bagian dari program penataan kawasan Pulau Tidung yang lebih luas di area Jembatan Cinta.
Proyek ini juga disebut sesuai dengan aspirasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pelaku usaha di kawasan tersebut.
“Kehadiran RTH Pulau Cinta diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga Pulau Tidung,” imbuh Wibih.
Sosialisasi untuk Himpun Dukungan Warga
Sosialisasi pembangunan RTH Pulau Cinta digelar di Jakarta pada Jumat (18/4/2026). Fadjar menyatakan kegiatan sosialisasi itu bertujuan agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dapat menerima masukan dan dukungan dari warga Kelurahan Pulau Tidung.
Fadjar juga menegaskan seluruh material pembangunan harus disiapkan sesuai ketentuan yang berlaku agar proses pengerjaan berjalan dengan baik.
“Pembangunan ini bertujuan meningkatkan pariwisata dan perekonomian masyarakat,” kata Fadjar.
Dilansir dari laporan Antara.