Berita

Ronaldo Nazario Kenang Kunjungan Pertama ke Indonesia Bersama PSV Eindhoven pada 1996

10
×

Ronaldo Nazario Kenang Kunjungan Pertama ke Indonesia Bersama PSV Eindhoven pada 1996

Sebarkan artikel ini

Kedatangan Ronaldo Luís Nazário de Lima ke Indonesia untuk kedua kalinya membawa kembali kenangan lawatan pertamanya sekitar 30 tahun lalu, ketika ia masih berseragam PSV Eindhoven sebagai pemain berusia 19 tahun.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, Ronaldo Nazario menyampaikan bahwa ia masih mengingat momen kunjungannya ke Indonesia bersama PSV Eindhoven untuk menjalani tur pramusim pada 1996.

“Seperti yang kalian katakan, seperti yang kalian ketahui, beberapa tahun yang lalu, saya masih teringat ketika saya datang ke sini bersama dengan PSV Eindhoven untuk menjalani tur pramusim,” ujar Ronaldo dalam konferensi pers tersebut.

“Yah jadi saya merasa senang bisa kembali ke sini. Saya melihat antusiasme para pendukung yang sangat hebat sejak turun dari bandara hingga masuk hotel,” katanya.

Tur Pramusim PSV Eindhoven ke Indonesia, 1996

Pada 1996, PSV Eindhoven datang ke Indonesia membawa skuad lengkap mereka. Selain Ronaldo Nazario yang saat itu berusia 19 tahun, skuad PSV turut diperkuat sejumlah nama besar, antara lain Ronald Waterreus, Jaap Stam, Phillip Cocu, Wim Jonk, dan penyerang Luc Nilis.

PSV dijadwalkan menjalani dua laga uji coba melawan klub Indonesia, yakni Persebaya Surabaya dan Persma Manado.

Ronaldo Nazario tidak tampil dalam laga uji coba menghadapi Persebaya Surabaya. Aksinya baru bisa disaksikan pada laga berikutnya, ketika PSV menghadapi Persma Manado di Manado.

Kunjungan Kedua ke Indonesia

Kunjungan Ronaldo ke Indonesia kali ini merupakan yang kedua sepanjang hidupnya. Ia menyatakan antusias dengan sambutan para penggemar yang sudah menunggunya sejak tiba di bandara.

Selain mengenang momen 1996, Ronaldo juga menyebut antusiasme penggemar Indonesia sebagai salah satu hal yang membuatnya merasa senang berada kembali di tanah air.

Ronaldo Luís Nazário de Lima dikenal luas sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. Pada 1996, namanya belum setenar bintang-bintang Brasil lainnya, namun ia sudah diidentifikasi sebagai talenta muda unggulan yang dinantikan perkembangannya.

Ia datang ke Indonesia kala itu dengan status sebagai wonderkid sebelum kemudian menapaki karier gemilang bersama sejumlah klub besar Eropa dan tim nasional Brasil.

Dilansir dari laporan Antara.