Berita

Prabowo Ajak Umat Hindu Jadikan Dharma Santi Nasional 2026 Momentum Saling Memaafkan

7
×

Prabowo Ajak Umat Hindu Jadikan Dharma Santi Nasional 2026 Momentum Saling Memaafkan

Sebarkan artikel ini

Dharma Santi — Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh umat Hindu menjadikan Dharma Santi Nasional 2026 sebagai momentum saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan. Ajakan itu disampaikan Prabowo secara virtual dari Denpasar, Bali, Jumat (18/4).

“Dharma Santi adalah momentum untuk saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan nilai-nilai dharma (kebaikan) dalam kehidupan kita,” kata Presiden Prabowo.

Dharma Santi Nasional 2026 merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Suci Nyepi Saka 1948.

Nilai Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana

Dalam sambutannya, Prabowo mengangkat nilai Tat Twam Asi, sebuah filosofi Hindu yang bermakna “aku adalah engkau”. Nilai ini menekankan pentingnya saling menghormati antarmanusia.

Prabowo juga menyebut konsep Tri Hita Karana, yakni ajaran yang mendorong umat Hindu menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Presiden menyatakan nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan bangsa Indonesia.

“Kita adalah bangsa besar, bangsa yang rukun dalam keberagaman, bangsa yang menjunjung tinggi toleransi dan perbedaan, berbeda tapi kita satu,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyatakan keyakinannya bahwa umat Hindu di tanah air telah dan akan terus menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial dan persatuan nasional.

“Kita jaga kebersamaan, kita perkuat persatuan nasional, dan mari kita bersama membangun Indonesia yang adil dan makmur,” tuturnya.

Tema Vasudhaiva Kutumbakam

Ketua Panitia Dharma Santi Nasional 2026, I Made Susila Adnyana, menyatakan bahwa Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mengangkat tema Vasudhaiva Kutumbakam — Satu Bumi, Satu Keluarga untuk tahun ini.

Tema tersebut, menurut Susila, mengingatkan bahwa semua makhluk di bumi adalah satu keluarga yang saling terhubung.

“Tujuan utama Dharma Santi adalah mempererat tali persaudaraan antarumat, saling memaafkan, serta meningkatkan kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan ini kita secara bersama-sama menumbuhkan sikap saling menghargai, toleransi sesuai dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam,” kata Susila.

Prabowo memandang bahwa setelah menjalani masa penyepian, umat Hindu dinilai tepat untuk melangkah bersama dalam semangat harmoni, kedamaian, dan persatuan.

Dilansir dari laporan Antara.