Berita

Literasi Digital Komunitas Dinilai Kunci Tekan Fenomena Ngemis Online di Media Sosial

8
×

Literasi Digital Komunitas Dinilai Kunci Tekan Fenomena Ngemis Online di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Teras News — Program literasi digital baru menjangkau sebagian kecil masyarakat perkotaan, sementara praktik ngemis online melalui akun media sosial terus tumbuh di kalangan yang belum terjangkau ekosistem digital produktif. Kesenjangan inilah yang mendorong desakan agar pemerintah memperluas jangkauan program literasi digital berbasis komunitas hingga ke daerah-daerah.

Desakan itu mengemuka seiring meluasnya fenomena mengemis secara daring, di mana sejumlah akun media sosial digunakan untuk meminta-minta bantuan materi dari pengguna internet. Pemerintah diminta tidak hanya berhenti pada program sosialisasi, tetapi juga mengintegrasikan ekosistem UMKM digital dengan jaringan pengaman sosial yang sudah ada.

Komunitas Jadi Ujung Tombak Perluasan Akses Digital

Pendekatan berbasis komunitas dianggap paling efektif untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari arus digitalisasi. Alasannya sederhana: kepercayaan tumbuh dari dalam komunitas, bukan dari atas ke bawah. Program yang datang melalui tokoh lokal atau kelompok warga cenderung lebih mudah diterima dibanding kampanye nasional yang bersifat umum.

Integrasi antara literasi digital dan ekosistem UMKM digital dinilai perlu dirancang beriringan dengan jaringan pengaman sosial. Artinya, warga yang telah mendapat pelatihan digital seharusnya juga mendapat akses ke platform usaha, pendampingan, dan perlindungan sosial agar tidak kembali ke pola ketergantungan daring.

Ngemis Online Cerminkan Celah Program Digital yang Belum Merata

Fenomena ngemis online bukan semata soal perilaku individu. Praktik ini tumbuh di ruang-ruang digital yang belum diisi dengan peluang ekonomi nyata. Ketika literasi digital tidak disertai akses ke ekosistem produktif, sebagian orang justru memanfaatkan platform media sosial sebagai kanal meminta bantuan.

Pemerintah sejauh ini telah menjalankan sejumlah program digitalisasi, termasuk pelatihan UMKM digital dan kampanye literasi daring. Namun, jangkauannya masih terpusat di wilayah perkotaan. Daerah-daerah dengan infrastruktur internet terbatas dan tingkat pendidikan digital rendah belum sepenuhnya tersentuh program serupa.

Perluasan program hingga ke pelosok daerah, disertai sinergi antara pelatihan digital dan jaring pengaman sosial, kini menjadi agenda yang mendesak untuk segera direalisasikan.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman