Teras News — Kabupaten Lebak terus mendorong sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah sekaligus penyangga ketahanan pangan di tingkat nasional. Penguatan itu bukan sekadar slogan — pertanian di Lebak kini dikembangkan secara sistematis sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, menegaskan arah kebijakan tersebut dalam pernyataan resminya. Ia menyebut daerah yang dipimpinnya siap mengambil peran strategis dalam peta ketahanan pangan Indonesia.
Pertanian Jadi Fondasi Pembangunan Lebak
Lebak memiliki potensi lahan pertanian yang luas di wilayah Banten selatan. Kabupaten ini selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi di provinsi tersebut, dengan hamparan sawah yang tersebar di berbagai kecamatan.
Baca Juga:
Hasbi menyatakan bahwa pertanian bukan hanya urusan ekonomi lokal. Menurutnya, kontribusi Lebak terhadap pasokan pangan nasional perlu terus diperbesar melalui penguatan dari sisi produksi hingga distribusi hasil pertanian.
Ketahanan Pangan Nasional Jadi Target
Ambisi menjadi lumbung pangan nasional bukan tanpa dasar. Pemerintah pusat sendiri tengah mendorong daerah-daerah dengan kapasitas agraris tinggi untuk meningkatkan produktivitas guna menopang kebutuhan pangan dalam negeri yang terus tumbuh seiring pertambahan penduduk.
Lebak, dengan kondisi geografis dan sumber daya lahannya, masuk dalam kategori daerah yang berpeluang memperbesar kontribusi itu. Kebijakan Bupati Hasbi mengarahkan pembangunan daerah dengan bertumpu pada sektor primer ini sejalan dengan kerangka ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
Publik kini menunggu langkah-langkah konkret dari pemerintah Kabupaten Lebak, baik dalam hal peningkatan infrastruktur irigasi, akses pupuk, maupun pasar bagi petani lokal, sebagai bukti nyata dari komitmen yang telah disampaikan Bupati Hasbi.
Editor: Arif Budiman