Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pagelaran Tari dari Asal Daerah Terbanyak secara medley pada Sabtu (19/4), dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-51 TMII di Jakarta.
Rekor tersebut diraih melalui pagelaran budaya bertajuk “Gelora Nusantara“, yang menampilkan lebih dari 1.000 penari membawakan tarian khas dari 34 provinsi di seluruh Indonesia secara berurutan, dimulai dari wilayah barat hingga timur Nusantara.
Tarian dari 34 Provinsi
Ragam tarian yang ditampilkan mencakup Tari Bungong Jeumpa dari Aceh, Tari Sinanggar Tulo dari Sumatra Utara, Tari Tang Tong Tong dari Sumatra Barat, Tari Lancang Kuning dari Riau, Tari Bedana dari Lampung, Tari Janger dari Bali, Tari Yamko Rambe Yamko dari Papua, hingga Tari E Mambo Simbo dari Papua Barat.
Baca Juga:
Pagelaran ini didukung oleh Anjungan Daerah TMII serta Forum Komunikasi Guru Tari.
Pernyataan Pimpinan TMII
Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam upaya pelestarian dan promosi budaya nusantara di tingkat nasional.
“Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian dan promosi budaya nusantara di tingkat nasional,” kata Ratri dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ratri menyatakan bahwa Gelora Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai ajang pertunjukan, tetapi juga sebagai wadah edukasi dan promosi seni budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
“Melalui kolaborasi ini, Gelora Nusantara tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga wadah edukasi dan promosi seni budaya Indonesia kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ratri juga menyampaikan bahwa pencapaian rekor MURI tersebut sejalan dengan tema HUT ke-51 TMII, yaitu “Preservasi Budaya Tanpa Henti”.
“Melalui Gelora Nusantara, kami ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya bukanlah upaya yang berhenti pada satu momentum, melainkan proses berkelanjutan yang harus terus dihidupkan,” kata Ratri.
Target Generasi Muda dan Jangkauan Internasional
Ratri menegaskan bahwa TMII terus menghadirkan pendekatan budaya yang relevan dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin budaya tidak terasa jauh atau eksklusif, tetapi justru hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat. TMII berupaya menghadirkan pengalaman budaya yang lebih inklusif, interaktif, dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, terutama generasi muda,” katanya.
Ratri juga menyampaikan harapan agar pagelaran ini dapat memperluas jangkauan promosi budaya Indonesia ke tingkat dunia.
“Dengan terselenggaranya Gelora Nusantara, kami berharap dapat terus menginspirasi masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan promosi budaya ke tingkat dunia,” jelasnya.
Dilansir dari laporan Antara.