Program swasembada pangan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendorong lonjakan permintaan pestisida hingga 30 persen. Angka ini disampaikan oleh Suhendi, National Sales Manager Advansia Indotani, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia pada Rabu (15/4/2026).
Menurut Suhendi, kenaikan permintaan tersebut terkait langsung dengan pelaksanaan program swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah saat ini.
Komposisi Produk dan Target Pasar
Suhendi menjelaskan bahwa mayoritas produk pestisida yang diproduksi Advansia Indotani saat ini ditujukan untuk segmen buah dan sayuran. Segmen tersebut mencakup 60 hingga 70 persen dari total produksi perusahaan.
Baca Juga:
Produk yang diproduksi meliputi pestisida, insektisida, herbisida, dan fungisida. Produk-produk ini dirancang untuk membantu petani mengatasi berbagai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), termasuk hama dan penyakit tanaman, dengan tujuan memaksimalkan hasil produksi.
Suhendi menyebut kolaborasi antar sektor sebagai kunci dalam pengembangan produk-produk tersebut. Kolaborasi dinilai diperlukan untuk mempercepat inovasi dan pengembangan teknologi perlindungan tanaman.
Tantangan dari Kondisi Global
Di sisi lain, industri pestisida dalam negeri turut merasakan dampak dari ketegangan di kawasan Timur Tengah. Konflik di wilayah tersebut memicu lonjakan harga minyak dan gangguan pada rantai pasok global.
Kondisi ini berimbas langsung pada industri pestisida melalui beberapa faktor, antara lain kenaikan harga bahan baku impor, lonjakan harga plastik, serta pelemahan nilai tukar Rupiah. Ketiga faktor itu disebut mempengaruhi biaya produksi dan menekan margin bisnis perusahaan-perusahaan di sektor ini.
Suhendi tidak merinci besaran kenaikan biaya produksi yang dialami Advansia Indotani akibat tekanan-tekanan tersebut.
Strategi Menghadapi Program Pemerintah
Advansia Indotani menyatakan inovasi produk yang tengah dikembangkan diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian target program swasembada pangan dan MBG pemerintah. Perusahaan menargetkan produk-produknya dapat membantu petani menekan kerugian akibat serangan hama dan penyakit tanaman, sehingga hasil panen dapat ditingkatkan.
Suhendi menyampaikan pandangannya tersebut dalam program Squawk Box CNBC Indonesia yang dipandu oleh Andi Shalina, tayang pada Rabu, 15 April 2026.
Program swasembada pangan pemerintah menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri secara mandiri. Untuk mencapai target tersebut, produktivitas pertanian menjadi salah satu komponen yang perlu ditingkatkan, termasuk melalui pengendalian hama dan penyakit tanaman secara efektif.
Peningkatan permintaan pestisida yang dilaporkan Advansia Indotani mencerminkan dampak langsung kebijakan pemerintah terhadap industri pertanian pendukung. Namun tekanan biaya dari kondisi geopolitik global tetap menjadi variabel yang dihadapi pelaku industri dalam memenuhi lonjakan permintaan tersebut.
Dilansir dari laporan CNBC Indonesia.