Teras News — Lebih dari 60.000 pekerja konstruksi kini tersebar di 100 titik pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, dengan target seluruh gedung permanen rampung pada Juli 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan progres pembangunan berjalan sesuai jadwal saat meninjau lokasi di Bandarlampung, Minggu.
“Targetnya bulan Juli selesai untuk bangunan permanen SR, termasuk salah satunya yang ada di Provinsi Lampung,” kata Saifullah di lokasi peninjauan.
600 Pekerja Garap Sekolah Rakyat di Lampung
Di Lampung saja, proyek ini menyerap 600 tenaga konstruksi. Seluruh pembangunan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan dana APBN. Saifullah menyebut angka itu sebagai gambaran betapa masifnya proyek secara nasional.
Baca Juga:
“Di Lampung ini pembangunan SR permanen melibatkan 600 pekerja. Itu artinya lebih dari 60.000 pekerja sekarang sedang melakukan kegiatan di 100 titik lebih. Jadi, kami berharap semuanya sesuai target,” ujarnya.
Progres fisik di setiap titik bervariasi. Ada yang sudah mencapai 40 persen, sebagian lain di angka 30 persen, dan ada yang baru 22 persen. Meski belum seragam, Saifullah optimistis semua lokasi akan tuntas tepat waktu.
Siswa di Gedung Sementara Segera Dipindah
Saat ini sejumlah siswa Sekolah Rakyat sudah mulai belajar di gedung-gedung sementara yang disiapkan sebelum konstruksi permanen selesai. Begitu bangunan tetap rampung, mereka akan langsung dipindahkan.
“Nanti siswa yang ada di gedung sementara dipindahkan ke gedung permanen ini. Bangunan permanen ini dapat menampung 1.000 siswa dari SD, SMP dan SMA,” jelas Saifullah.
Kapasitas 1.000 siswa per gedung mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus, dari tingkat dasar hingga menengah atas. Program Sekolah Rakyat dirancang khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal.
Ditarget Digunakan saat Tahun Ajaran Baru
Pemerintah mematok Juli sebagai batas waktu bukan tanpa alasan. Bulan itu bertepatan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga siswa baru bisa langsung menempati gedung permanen sejak hari pertama.
“Di 100 titik Sekolah Rakyat, pembangunannya ada yang sudah 40 persen, 22 persen dan 30 persen dan diharapkan semuanya rampung, sehingga Juli dapat dipakai dalam masa pengenalan lingkungan sekolah,” kata Saifullah.
Dengan tenggat yang tinggal beberapa bulan, perhatian kini tertuju pada kemampuan ribuan pekerja di lapangan menyelesaikan konstruksi tepat waktu di seluruh 100 titik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Editor: Surya Dharma